JAKARTA, Bisnistoday – Pemprov DKI Jakarta sebagai pemegang saham PT Jakarta Propertindo (Perseroda) merombak total jajaran perusahaan, sekaligus mengangkat Iwan Takwin sebagai nahkoda baru. Empat dari Lima jajaran direksi PT Jakarta Propertindo di reshuffle.
Menurut keterangan dari Plt Kepala BP BUMN DKI Jakarta, Fitria Rahaniani, pada Senin (28/11), memberhentikan Widi Amanasto, sebagai Dirut, Gunung Kartiko, direktur Bisnis, Leonardus W. Wasono Mihardjo, direktur Keuangan dan IT serta Muhammad Taufiqurrachman, Direktur Dukungan Bisnis. Sedangkan Iwan Takwin sebelumnya menduduki, Direktur Teknik dan Pengembangan.
Semestara, empat direksi Jakpro yang baru lainnya adalah; I Gede Adi Adnyana menjadi Direktur Bisnis, Adrian Rusmana, Direktur Keuangan dan IT, Solihin (Direktur Dukungan Bisnis serta Adi Santosa, Direktur Teknik dan Pengembangan
Selain mengganti jajaran direksi, Jakpro juga mengangkat seorang komisaris, yakni Dwi Wahyu Daryoto. Sosok ini pernah menjabat sebagai Dirut Jakpro.
Fitria mengutarakan, penggantian dan pengangkatan jajaran direksi dan komisaris ini diputuskan melalui RUPS Sirkuler atau Keputusan Para Pemegang Saham di Luar RUPS, dan sesuai dengan pasal 91 UU 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
“Pemegang Saham dapat juga mengambil keputusan yang mengikat di luar RUPS dengan syarat semua pemegang saham dengan hak suara menyetujui secara tertulis dengan menandatangani usul yang bersangkutan,” kata Fitria.
Perbaikan Menyeluruh
Menurut Fitria, perubahan susunan Direksi dan Komisaris ini dilaksanakan atas pertimbangan penyegaran dalam struktur organisasi perusahaan dalam rangka perbaikan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) secara menyeluruh untuk menghadapi tantangan bisnis kedepannya.
“PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dengan pembaharuan kepengurusan ini, diharapkan agar Direksi bersama Dewan Komisaris mengupayakan percepatan pembangunan atas proyek-proyek strategis sesuai tata kelola perusahaan yang baik,” tutur Fitria.
Banyak Persoalan
Seperti diketahui, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta ini terus menuai masalah. Mulai dari dugaan kasus Formula E hingga beredarnya karangan bunga KKN di Jakpro. Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono pun sudah mencium aroma tak sedap di lingkungan direksi Jakpro. Dan meminta Plt Kepala BPBUMD DKI Jakarta untuk mengusut karangan bunga KKN itu.
Demikian halnya, informasi yang diperoleh, pergantian Dirut Jakpro dari Widi ke Iwan Takwim ini terkesan tertutup. Dan berbagai pihak berharap Dirut baru mampu membangun Jakpro lebih maju./





































