JAKARTA, Bisnistoday – Kabar yang menggebirakan dan bercampur aduk dengan gemas, maupun kecewa, mendengar kinerja perusahaan pelat merah yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang membukukan peningkatan kinerja keuangan yang fantastis pada kuartal III-2023.
Perusahaan investasi dan operator tol ini, mampu membukukan laba bersih sebesar Rp5,97 triliun hingga Kuartal III Tahun 2023 saja, dan diperkirakan akhir tahun ini diatas Rp6 triliun.
Dengan laba bersih segede ini, sebagai operator jalan tol rasanya tidak ada lagi jalan tol berlubang, jaminan kelancaran pengguna serta pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM) yang ditetapkan tentu diatas rata-rata.
Apalagi cara mendapatkan pendapatan perusahaan ini cukup gampang, hanya juru kutip jasa jalan tol kendaraan yang melintas. Tak perlu yang berilmu tinggi, kalau hanya mengutip mobil lewat kan? Karena tentu pasti untung.
“Enak benar Jasa Marga, untung besar. Bisnis jalan tol memang empuk sekali buat perusahaan seperti Jasa Marga, dan untung besar Jasa Marga ini diambil dari pelanggan jalan tol yang setiap hari lewat. Jalan tolnya tetap saja macet, jalannya tidak mulus, kadang-kadang ada lubang, kadang-kadang gelombang,” cetus Uchok Sky Khadafi, Centre For Budget Analysis (CBA).
“Tapi ini semua bukannya diperbaiki dengan duit dari untung perusahaan, malahan seperti dibiarkan yang tiap tahun masalah pelanggan jalan tol, tol yang ini-ini saja,” tukasnya.
Pengguna jalan tol ruas Jagorawi, Eliza mengutarakan pelayanan yang buruk seperti berlubang dan bergelombang. Apalagi, yang melintasi ruas favorit ini semakin bertambah seiring berjalan waktu.
“Ini jalan tol Jagorawi aspalnya mulai rontok. Permukaan jalan kasar dan tidak halus. Mana mobil yang lewat semakin banyak,” cetus pelanggan tol yang tinggal di daerah Sentul, Bogor ini.
“Kalau buat maintenance seharusnya bisa ketutup karena intensitas pengguna tol Jagorawi, lingkar luar dan lingkar dalam Jakarta lumayan tinggi.”
Keuntungan Melesat
Seperti yang diutarakan oleh Nixon Sitorus, Corporate Secretary & Chief Administration Officer, PT Jasa Marga Tbk bahwa perusahaan mempertahankan kinerja positif hingga Kuartal III Tahun 2023 yang sejalan dengan peningkatan volume lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group.
Peningkatan kinerja positif perseroan tercermin dari pencapaian pendapatan usaha sebesar Rp11 triliun atau tumbuh 7,7% yang merupakan kontribusi dari kinerja Pendapatan Tol sebesar Rp9,8 triliun yang meningkat 5,1% dari Kuartal III Tahun 2022,
Sedangkan, kontribusi kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,2 triliun atau naik 34,8% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.Seperti diketahui, juga perseroan mencatat total aset sebesar Rp124,9 triliun.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk masih memegang posisi market leader di industri jalan tol Indonesia dengan total panjang jalan tol Jasa Marga Group yang telah beroperasi sepanjang 1.260 Km yang merepresentasikan 47% panjang jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.
Sementara itu, total konsesi jalan tol yang dimiliki oleh Perseroan di periode yang sama adalah sepanjang 1.736 KM di seluruh Indonesia. Jumlah konsesi ini termasuk penambahan konsesi terbaru yang diperoleh Perseroan yaitu Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,05 KM yang dikelola oleh PT Jasamarga Akses Patimban (JAP).


