JAKARTA, Bisnistoday – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan jumlah pemudik musim lebaran 1443 H tahun 2022, yang melalui jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga Tbk mencapai 2,6 juta kendaraan.
“Perkiraan mudik saja, bisa mencapai 2,6 juta kendaraan pada lebaran tahun ini belum arus balik. Pemudik ini lebih tinggi dibanding tahun 2021 yang hanya tercatat sekitar 1,4 juta kendaraan,” ungkap Dwimawan Heru Santoso, Kepala Humas dan CSR, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, kepada media di Jakarta, Rabu (27/4) sore.
Heru mengatakan, tahun 2020 jumlah pemudik hanya sekitar 800 ribu kendaraan. Ketika itu masa pandemi sehingga aktifitas dibatasi termasuk di jalan tol. “Lebaran ini memang masyarakat diberi kelonggaran, untuk mudik. untuk menghindari penumpukan, diharapkan pemudik berangkat lebih awal,” tutur Heru.
Ia menerangkan, untuk H-6 dan H- 7 kemarin, sudah terjadi lonjakan pemudik sekitar 89 persen.Namun angkanyaa masih dibawah normal mudik tahun 2021. Beberapa Gerbang tol terjadi lonjakan, namun Gerbang Tol lainnya malah turun.” terangnya.
Untuk hari Rabu (27/4) pagi, lanjut Heru, kepadatan kendaraan di tol mulai terlihat sehingga Jasa Marga melakukan contra flow dari pukul 07.30 hingga 11.00 WIB. Demikian pula, Rest Area mulai memperlihatkan kepadatan. “Rest Area untuk KM 57 sempat ditutup sementara untuk mengurai kemacetan.”
Heru mengimbau seluruh pemudik untuk mempersiapkan fisik maupun kehandalan kendaraan serta kesiapan Etoll Card nya. Hal ini dinilai penting, agar sesama pemudik saling membantu kelancaran perjalanan ke kampung halaman. “Persoalan pemudik yang satu akan berpengaruh ke lainnya. Semoga semua perjalanan lancar, selamat sampai tujuan.”
Mengenai pengaturan oneway ( satu arah), tambah Heru, akan diberlakukan pada puncak arus mudik selama 24 jam penuh, dan ada ruas tol menerapkan setegah hari. Hal tersebut dilakukan Jasa Marga melalui diskresi Korlantas Polri./






































