JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah pada perdagangan Jumat (28/1) ditutup menguat. IHSG ditutup menguat 34,35 poin ke posisi 6.645,51 dan indeks LQ 45 naik 2,75 poin ke posisi 949,77. Sementara kurs rupiah menguat 14 poin menjadi Rp14.375 per dolar AS.
Tim riset Phillip Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, indeks saham di Asia sore ini ditutup variatif dengan kecenderungan menguat karena pertumbuhan ekonomi AS yang solid dan laba Apple yang impresif berhasil mengimbangi sentimen bearish yang dihasilkan oleh komentar tegas (hawkish) bank sentral AS The Federal Reserve.
Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV 2021 tercatat mencapai 6,9 persen (yoy), lebih tinggi dari ekspektasi konsensus 5,5 persen (yoy).
Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah Jepang (JGB) naik tipis dengan JGB bertenor 10, 20 dan 30 tahun berada di level tertinggi dalam 11 bulan karena investor mengkhawatirkan dampak dari pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat di AS.
Dari Asia, investor hari ini mencerna rilis data inflasi inti Tokyo yang tumbuh 0,2 persen (yoy) pada Januari, melambat dari 0,5 persen (yoy).
Dibuka menguat, IHSG mayoritas menghabiskan waktu di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus bertahan di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dimana sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 4,34 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer masing-masing 2,2 persen dan 1,42 persen.
Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer masing-masing sebesar minus 0,29 persen dan minus 0,12 persen
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp214,8 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp135,19 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.383.450 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,7 miliar lembar saham senilai Rp11,69 triliun. Sebanyak 296 saham naik, 244 saham menurun, dan 142 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 547,04 poin atau 2,09 persen ke 26.717,34, indeks Hang Seng turun 256,92 poin atau 1,08 persen ke 23.550,08, dan indeks Straits Times terkoreksi 13,7 atau 0,42 persen ke 3.246,33.
Rupiah Menguat
Di pasar uang, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 14 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.375 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.389 per dolar AS.
“Volatilitas pasar global masih cukup tinggi setelah sinyal kuat yang diberikan oleh Jerome Powell bahwa Fed Fund Rate akan mulai dinaikkan pada bulan Maret 2022,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya seperti dilansir Antara.
Pelaku pasar memprediksi akan ada kenaikan antara tiga hingga empat kali yang dilakukan oleh bank sentral AS tahun ini.
Sementara itu, dari dalam negeri pelaku pasar masih menunggu publikasi data inflasi pada pekan depan.
Rully memperkirakan inflasi Januari 2022 akan kembali naik hingga di atas dua persen, sehingga belum akan menopang pergerakan nilai tukar rupiah. “Ditambah lagi dengan kenaikan signifikan daily infection dalam beberapa hari terakhir,” ujar Ariston./



