JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menorehkan kiprah di panggung internasional. Dalam forum ASEAN Railway CEOs’ Conference 2025 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan strategi besar perusahaan untuk menjadikan KAI sebagai penyedia layanan transportasi berstandar global.
“Indonesia adalah pionir perkeretaapian di Asia Tenggara sejak jalur Semarang–Tanggung beroperasi pada 1867. Dari sejarah itu, KAI terus berkembang, bukan hanya sebagai transportasi, tapi juga simbol keunggulan yang menghubungkan bangsa, melayani masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Bobby.
Transformasi Menuju Kelas Dunia
Bobby menekankan arah strategis KAI melalui digitalisasi, otomasi, serta penguatan jaringan logistik nasional. Selain itu, KAI juga membidik ekspansi layanan hingga tingkat internasional, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Hasil transformasi empat tahun terakhir cukup impresif. Jumlah pelanggan melonjak dari 155 juta pada 2021 menjadi 453 juta orang di 2024, setara 65 persen populasi Asia Tenggara. Pendapatan perusahaan naik lebih dari dua kali lipat dari Rp15,5 triliun menjadi Rp35,9 triliun, sementara angkutan barang tumbuh dari 50,3 juta ton menjadi 69,2 juta ton.
Dari sisi keuangan, KAI sukses membalikkan kerugian Rp0,4 triliun pada 2021 menjadi laba bersih Rp2,2 triliun di 2024. Kualitas layanan juga tak kalah gemilang dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan 99,77 persen dan kedatangan 96,05 persen, menempatkan KAI di peringkat ketiga terbaik dunia.
Visi Konektivitas ASEAN
Dalam forum tersebut, Bobby menegaskan pentingnya inisiatif “ASEAN as One Network” untuk menghadirkan mobilitas lintas negara yang efisien. Dengan lebih dari 80 proyek kereta perkotaan yang direncanakan di kawasan ASEAN sepanjang 5.850 km senilai USD 270 miliar, potensi mobilitas penumpang diperkirakan mencapai 200 juta perjalanan per bulan.
“Perjalanan KAI adalah bagaimana mendorong transformasi berkelanjutan agar standar layanan kereta api Indonesia memiliki standar internasional. Melalui kolaborasi dengan operator ASEAN, investasi teknologi, dan pengembangan SDM, KAI siap menjadi tulang punggung konektivitas nasional sekaligus simbol daya saing kawasan di kancah global,” tegas Bobby.//




