JAKARTA, Bisnistoday- Ketidakpastian pemulihan ekonomi akibat semakin melonjaknya kasus Covid-19 di sejumah negara Asia semakin mengkhawatirkan pelaku pasar modal dan pasar uang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indoneisa (BEI) dan kurs rupiah terhadap dolar AS semakin terpuruk.
Pada perdagangan Senin (28/6), IHSG ditutup melemah 82,93 poin ke posisi 5.939,47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 18,35 poin ke posisi 835,5. Sedangkan kurs rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.445 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.425 per dolar AS.
“Pasar mengkhawatirkan ketidakpastian pemulihan ekonomi di tengah lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara Asia. Dari dalam negeri, IHSG melemah menyusul kenaikan jumlah kasus Covid-19,” tulis Tim Riset Philip Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (28/6).
Kasus harian Covid-19 pada Senin ini tercatat bertambah 20.694 kasus setelah pada hari sebelumnya kembali mencetak rekor baru yaitu 21.342 kasus, sehingga total orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini mencapai 2.135.998 kasus.
Dibuka melemah, IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di teritori negatif sepanjang perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 2,55 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor infrastruktur masing-masing minus 2,5 persen dan minus 2,18 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer masing-masing sebesar 2,86 persen dan 0,05 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” sebesar Rp65,38 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.299.401 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,86 miliar lembar saham senilai Rp11,46 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 380 saham menurun, dan 117 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 18,16 poin atau 0,06 persen ke 29.048,02, indeks Hang Seng turun 19,92 poin atau 0,07 persen ke 29.268,3, dan indeks Straits Times meningkat 4,81 poin atau 0,15 persen ke 3.126,41.
Rupiah Melemah
Kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan, ditutup melemah dipicu kekhawatiran perubahan kebijakan bank sentral AS The Fed.
Rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.445 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.425 per dolar AS.
“Dari eksternal, pasar masih mengkhawatirkan soal potensi perubahan kebijakan moneter AS ke arah yang lebih ketat,” kata pengamat pasar uang. Ariston Tjendra seperti dikutif Antara, Senin.
Pada Jumat (25/6) malam kemarin, data Core PCE Index yang merupakan salah satu indikator inflasi AS secara tahunan pada Mei, menunjukkan kenaikan 3,4 persen. Angka tersebut di atas target inflasi The Fed sebesar 2 persen.
“Bank sentral AS biasanya mempertimbangkan pengetatan moneter bila tingkat inflasi melampaui target,” ujar Ariston.
Sementara dari internal, lanjut Ariston, lonjakan kasus baru Covid-19 yang terus menembus rekor baru, masih menjadi ganjalan untuk penguatan rupiah.
“Ini bisa memicu pembatasan aktivitas ekonomi yang lebih ketat untuk menurunkan kasus ke level yang lebih terkendali,” kata Ariston./








































