www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Kebijakan BI Menaikkan Suku Bunga Acuan Dorong Penguatan Rupiah
BursaBURSA & KORPORASI

Kebijakan BI Menaikkan Suku Bunga Acuan Dorong Penguatan Rupiah

RUPIAH MENGUAT: Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (7/11) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) dari 3,5 persen menjadi 3,75 persen mendapat respon positif pelaku pasar uang.

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (23/8) menguat 54 poin ke posisi Rp14.838 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.892 per dolar AS,

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, keputusan BI menaikkan suku bunga acuannya sangat menguatkan rupiah.

Seperti di ketahui bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 22-23 Agustus 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) dari 3,5 persen menjadi 3,75 persen.

Suku bunga deposit facility juga dinaikkan sebesar 25 bps menjadi tiga persen dan suku bunga lending facility turut ditingkatkan sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen.

Keputusan tersebut disebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dan inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food.

Selain itu kenaikan suku bunga acuan juga dilakukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah pertumbuhan ekonomi domestik yang semakin kuat.

“Gubernur BI juga cenderung hawkish, dan dengan pertumbuhan ekonomi dan data lainnya yang masih solid, BI diperkirakan masih memiliki ruang untuk kenaikan pada pertemuan-pertemuan berikutnya,” ujar Lukman.

Kendati demikian, lanjut Lukman, dengan penguatan dolar AS akhir-akhir ini, kenaikan rupiah diperkirakan akan relatif terbatas.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.901 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.825 per dolar AS hingga Rp14.919 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.893 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.882 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...