www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Kebijakan BI Menaikkan Suku Bunga Acuan Dorong Penguatan Rupiah
BursaBURSA & KORPORASI

Kebijakan BI Menaikkan Suku Bunga Acuan Dorong Penguatan Rupiah

RUPIAH MENGUAT: Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (7/11) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) dari 3,5 persen menjadi 3,75 persen mendapat respon positif pelaku pasar uang.

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (23/8) menguat 54 poin ke posisi Rp14.838 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.892 per dolar AS,

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, keputusan BI menaikkan suku bunga acuannya sangat menguatkan rupiah.

Seperti di ketahui bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 22-23 Agustus 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) dari 3,5 persen menjadi 3,75 persen.

Suku bunga deposit facility juga dinaikkan sebesar 25 bps menjadi tiga persen dan suku bunga lending facility turut ditingkatkan sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen.

Keputusan tersebut disebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi dan inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food.

Selain itu kenaikan suku bunga acuan juga dilakukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah pertumbuhan ekonomi domestik yang semakin kuat.

“Gubernur BI juga cenderung hawkish, dan dengan pertumbuhan ekonomi dan data lainnya yang masih solid, BI diperkirakan masih memiliki ruang untuk kenaikan pada pertemuan-pertemuan berikutnya,” ujar Lukman.

Kendati demikian, lanjut Lukman, dengan penguatan dolar AS akhir-akhir ini, kenaikan rupiah diperkirakan akan relatif terbatas.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.901 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.825 per dolar AS hingga Rp14.919 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp14.893 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.882 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Gedung BEI
BursaHEADLINE NEWS

Mirae Asset Sekuritas: Reformasi Pasar Modal Jadi Penentu di Tengah Tekanan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday - Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah Morgan Stanley...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Bursa

Traxindo Resmi Kantongi Izin sebagai Penasihat Berjangka dari Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday - Traxindo secara resmi telah memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan...