www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Kecelakaan Jalan Tol Meningkat Tajam
HEADLINE NEWSNasionalNASIONAL & POLITIK

Kecelakaan Jalan Tol Meningkat Tajam

MOBIL BEKAS kecelakaan yang ditumpangi Mantan Wamen KemenPUPR, Hermanto Dardak.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Data dari Jasa Raharja, pada Juni 2023 mencatat kali ini korban meninggal dunia (meninggal) sebagai kecelakaan fatalitas per jam terdapat 6 orang baik di jalan raya dan jalan tol, bila di 10 tahun sebelumnya 3 orang meninggal tiap jam. Indonesia Toll Road Watch (ITRW) mengingatkan akan tingkat darurat kecelakaan dalam moda angkutan jalan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deddy Herlambang, Koordinator Indonesia Toll Road Watch (ITRW) dalam keteranganya di Jakarta, Senin (26/6).  Sementara, dari data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terdapat 4.487 kasus kecelakaan di jalan tol pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 12,51% dibandingkan pada 2021 yang sebanyak 3.988 kasus.

“Terjadi tren, jumlah kasus kecelakaan sempat menurun pada 2020, karena ada pembatasan kegiatan selama pandemi Covid-19. Namun, angkanya kembali meningkat seiring kondisi new normal selama pandemi yang mendorong mobilitas di jalan tol,” ujarnya.

Dari 100 juta perjalanan kendaraan per km, tingkat fatalitas kecelakaan di jalan tol sebesar 1,02 pada 2022. Tingkat kematian tersebut turun 26,09% dibandingkan pada tahun 2021 yang sebesar 1,38.

Angka Fatalitas Meningkat

Namun, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan di jalan tol sebanyak 438 jiwa pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 16,18% dibandingkan pada 2021 yang sebanyak 377 jiwa.

“Artinya tingkat kecelakaan di jalan tol terjadi sebanyak 1,82 kecelakaan per kilometer (km) pada tahun 2022. Angka tersebut naik 12,35% dibandingkan pada tahun 2021 yang sebanyak 1,62 kecelakaan per km,” terangnya.

Deddy mengutarakan, apabila dihitung dari tingkat fatalitas, meninggal / km, sejak 2019 (0,195), 2020 (0,164), 2021 (0,153), 2022 (0,178). Apabila dilihat dari 2020 hingga 2022 terdapat kenaikan tiap tahun meninggal per km.

“Jika tahun 2023 tingkat meninggal per km kembali seperti tahun 2019, di angka 1,95 artinya BUJT dan BPJT dapat dikatakan gagal menekan angka kecelakaan hingga fatalitas,” tegasnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Dampak Penutupan Bandara Riyadh, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Penutupan Bandara Riyadh di Arab Saudi akibat serangan kelompok Houthi...

Nasional

Pemerintah Putuskan Skema Gerai KDKMP Bisa Jual Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas

Jakarta, Bisnistoday.co.id — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Terjungkal, Waspadai Tekanan Arus Modal Asing akibat Usulan Reklasifikasi MSCI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai usulan MSCI untuk...

Mendikdasmen
Nasional

Revitalisasi 2026 Jangkau 35.769 Sekolah melalui Swakelola Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Perbaikan sarana dan prasarana sekolah melalui program Revitalisasi Satuan...