www.bisnistoday.co.id
Rabu , 29 Juli 2026
Home GLOBAL Kesenjangan Pembiayaan Untuk SDG’s Makin Meningkat
GLOBAL

Kesenjangan Pembiayaan Untuk SDG’s Makin Meningkat

KESENJANGAN UNDP : Logo UNDP dalam suatu kesempatan, beberapa waktu lalu. UNDP mengakui adanya kesenjangan pembiayaan untuk mewujudkan SDG's terutama bagi negara berkembangan.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menyatakan kesenjangan pembiayaan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) saat ini telah meningkat menjadi sekitar 4,2 triliun dolar AS per tahun. 

“Satu pengingat lebih lanjut adalah kesenjangan pembiayaan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan kini telah meningkat menjadi sekitar 4,2 triliun dolar AS per tahun,” kata Administrator UNDP,  Achim Steiner dalam T20 Indonesia 2022 di Jakarta, Kamis (10/2).

Bahkan, lanjut Steiner menuturkan negara-negara berkembang diprediksi akan menghadapi penurunan 700 miliar dolar AS dalam pembiayaan swasta mereka untuk mencapai tujuan berkelanjutan.

Menurutnya hal ini terjadi karena banyak negara menghadapi peningkatan dampak perubahan iklim, degradasi dan perusakan alam yang semakin masif sehingga untuk menanganinya maka semua negara harus menjadi bagian dari pemulihan global yang hijau dan inklusif.

Tak hanya itu, Steiner mengatakan ketidaksetaraan juga semakin terlihat sejak ada pandemi COVID-19 seperti dalam pelaksanaan program vaksinasi.

Menurutnya, saat memasuki tahun 2022 sudah separuh dunia telah divaksinasi sepenuhnya namun di negara-negara berpenghasilan rendah ternyata hanya satu dari sembilan orang yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

“Antara lain di wilayah seperti Afrika, misalnya, jumlah absolut orang yang hidup dalam kemiskinan diproyeksikan meningkat hingga 2023,” ujarnya.Oleh sebab itu Steiner menegaskan G20 memiliki peran penting untuk mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Ia menuturkan, G20 akan memberi rekomendasi kebijakan yang dapat membantu memperbarui tata kelola dan sistem keuangan global sesuai tujuan untuk membiayai dan mendorong pemulihan, aksi perubahan iklim sekaligus membuka peluang pencapaian SDGs.

“Untungnya agenda ini cukup kuat di bawah Presidensi Indonesia karena Indonesia sering mempelopori beberapa inisiatif pembiayaan berkelanjutan yang inovatif termasuk penerbitan Green Sukuk pertama di dunia,” terangnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mal di Kota Kashima yang rusak parah akibat gempa. (Dok: NHK)
GLOBAL

Sebuah Pusat Perbelanjaan di Jepang Rusak Parah akibat Gempa

JAKARTA, Bisnistoday – Gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi di selatan Jepang,...

Gempa 7,1 SR di Jepang selatan, Selasa (28/7/2026) (dok: NHK)
GLOBAL

Gempa Kuat 7,1 SR Guncang Jepang Selatan

JAKARTA, Bisnistoday - Gempa bumi yang sangat kuat mengguncang wilayah Kyushu, Jepang,...

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]
GLOBAL

Ribuan Orang Dievakuasi akibat Karhutla di Spanyol dan Prancis

JAKARTA, Bisnistoday - Lebih dari 267.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBAL

Konflik Saudi dan Houthi Berpotensi Ganggu Pasokan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi dan pejuang militan Houthi yang pro-Iran saling...