JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, kehidupan yang bermakna kini tidak lagi ditentukan oleh pencapaian besar semata, melainkan oleh keputusan kecil yang konsisten setiap hari, yang dapat dimulai dari cara keluarga mengelola kebutuhan, memilih produk, hingga menetapkan prioritas.
Pergeseran ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dan berorientasi pada nilai, di mana setiap pilihan menjadi bagian dari upaya membangun kualitas hidup yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Arviane D.B., Head of PR Kino Indonesia, menegaskan bahwa konsep meaningful living menjadi semakin relevan dalam kehidupan keluarga modern.
“Meaningful living bukan lagi tentang seberapa banyak kita membeli, tetapi bagaimana kita memilih dengan lebih sadar dan bernilai. Kami hadir dengan peran ganda, sebagai penyedia kebutuhan sehari-hari sekaligus perusahaan yang tumbuh bersama. Di sinilah relevansi perusahaan dan literasi finansial bertemu untuk mendukung gaya hidup yang lebih holistik,” ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kino memperkuat perannya melalui tiga pilar utama, yaitu Generational Connection, Relevant Innovation, dan Meaningful Living. Dengan pendekatan yang agile dan adaptif, Kino terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen di berbagai tahap kehidupan.
“Kami tidak berhenti berinovasi. Setiap produk lahir dari rasa ingin tahu dan keinginan untuk memberikan nilai lebih bagi konsumen di setiap generasi,” tambah Arviane.
Sementara itu, dari perspektif finansial, keputusan konsumsi sehari-hari juga memiliki peran signifikan dalam membentuk kualitas hidup jangka panjang. Mike Rini CFP, Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi menekankan pentingnya kebiasaan kecil dalam membangun kesehatan finansial.
“Banyak orang fokus pada keputusan besar, padahal keputusan kecil sehari-hari justru paling menentukan kondisi finansial jangka panjang. Smart spending bukan tentang membatasi diri, tetapi tentang membuat pilihan yang lebih intentional dan selaras dengan kebutuhan, nilai, dan prioritas hidup,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa periode pasca Lebaran menjadi momentum refleksi alami bagi keluarga Indonesia untuk mengevaluasi kembali pola pengeluaran dan membangun kebiasaan konsumsi yang lebih sehat.
“Mindful consumption berarti membeli dengan purpose, bukan karena FOMO atau impulsif. Ketika kita memilih produk yang tepat, praktis, berkualitas, dan sesuai kebutuhan, kita sebenarnya sedang berinvestasi pada kualitas hidup jangka panjang,” ucap Mike./E2


