JAKARTA, Bisnistoday – Edge Hong Kong-Indonesia Digital Summit 2024 sukses digelar di Jakarta baru-baru ini dengan meninggalkan kesan mendalam pada sektor bisnis digital antara Hong Kong dan Indonesia. Acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta, termasuk para pemimpin perusahaan, investor, dan inovator dari berbagai negara Asia.
“KTT ini adalah bukti komitmen bersama dalam mengembangkan ekonomi digital di Asia,” ungkap Suwito, Ketua Komite Hong Kong-Macau dari KADIN, dalam keterangannya, Kamis (7/11/2024).
Summit ini bertujuan mendorong pertukaran bisnis bilateral di sektor digital, dengan delegasi yang datang dari Hong Kong, Tiongkok, Singapura, Thailand, dan Korea. Para delegasi membawa ide-ide segar dan inovasi yang diharapkan dapat menciptakan kolaborasi baru.
“Kami berharap dengan adanya pertemuan lintas negara seperti ini, semakin banyak inovasi yang dapat tercipta untuk memperkuat ekonomi digital kedua negara,” kata perwakilan dari Hong Kong Trade Development Council.
Direktur Jenderal Hong Kong Economic and Trade Office di Jakarta, Miss Libera Cheng, dalam pidato gala dinner, menyampaikan kebijakan utama Kepala Eksekutif Hong Kong 2024. Miss Cheng menyoroti berbagai langkah untuk meningkatkan produktivitas di sektor teknologi. “Pemerintah Hong Kong sangat berkomitmen untuk mendukung inovasi dan teknologi,” ujarnya. Salah satu langkah besar adalah pendirian Innovation and Technology Venture Fund senilai HKD 10 miliar untuk memacu investasi di sektor-sektor strategis.
Hari kedua summit ini menampilkan pidato dan diskusi panel dari berbagai pemimpin industri, seperti Donald Wihardja dari Amvestino dan Anika Faisal dari Bank Jago. Topik yang dibahas mencakup perkembangan teknologi keuangan, e-commerce, hingga investasi modal ventura. “Kolaborasi dalam ekonomi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan pelaku industri untuk beradaptasi dengan tren,” kata Dennis Martin, CEO Advance AI Group.
Agenda penutup summit pada hari ketiga adalah kunjungan ke Correctio, pusat inovasi Jababeka. Dalam tur ini, peserta mendapatkan gambaran sektor manufaktur dan logistik di Indonesia, yang membuka peluang investasi baru. “Melalui kunjungan ini, kami melihat potensi besar dalam manufaktur dan logistik, sektor yang vital bagi ekonomi Indonesia,” ujar Patrick Cheung dari Web3.0 Technology.
KTT ini diharapkan akan memperkuat hubungan bisnis antara Hong Kong dan Indonesia, khususnya di bidang ekonomi digital. Sejumlah peserta menyampaikan antusiasme mereka untuk mengimplementasikan ide-ide yang telah dibahas di summit. “Ini hanyalah permulaan,” ungkap Andrew You, CEO Hava.id.
Kolaborasi yang lebih erat antara Hong Kong dan Indonesia di masa mendatang diharapkan dapat secara bersama-sama menciptakan inovasi yang berdampak.



