www.bisnistoday.co.id
Kamis , 25 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Konsumsi Rumah Tangga Menengah ke Atas Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi
BursaBURSA & KORPORASI

Konsumsi Rumah Tangga Menengah ke Atas Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi

PERTUMUHAN EKONOMI : Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Konsumsi rumah tangga menengah ke atas menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 yang tumbuh hingga 5,72 persen secara tahunan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Konsumsi rumah tangga menengah ke atas menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 yang tumbuh hingga 5,72 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Kami (pemerintah) akan melanjutkan kepercayaan tersebut hingga kuartal keempat tahun ini dan pada tahun 2023,” kata menteri Keuangan, Sri Muyani Indrawati dalam acara 4th Indonesia Fintech Summit Morning Forward Together Day 2 di Jakarta, Jumat (11/11).

Untuk itu, kata Menkeu, pemerintah akan terus menjaga inflasi agar dapat membertahankan daya beli rumah tangga yang kuat saat ini. Menurutnya, tren konsumsi rumah tangga menengah ke atas ke depannya berpotensi masih akan tumbuh kuat, salah satunya tersermin dari simpanan di bank.

Ia mengatakan, jika melihat tabungan rumah tangga dengan nominal di atas Rp2 miliar dalam sistem perbankan, tingkat pertumbuhan tabungan golongan tersebut masih tumbuh dua digit, yakni 10 persen atau di atas tingkat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) secara nasional. Dengan demikian, rumah tangga kelas menengah ke atas masih memiliki daya beli.

“Ketika kita dapat mengelola pandemi, di saat itulah mengapa orang memiliki mobilitas yang lebih baik dan mulai menggunakan daya beli mereka,” tambahnya.

Selain konsumsi rumah tangga, dirinya menegaskan investasi juga harus dipastikan cukup sehat agar bisa terus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi domestik.

Pada triwulan ketiga tahun ini, investasi yang terlihat dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mampu tumbuh 4,96 persen (yoy) atau lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yakni 3,5 persen (yoy).

Oleh karena itu, Bendahara Negara akan memastikan inflasi domestik terus moderat atau cukup rendah agar momentum pertumbuhan terus berlanjut.

“Jadi bagi kami, bagaimana kami akan membangun momentum investasi. Jika ekonomi tumbuh stabil dan cukup tinggi, dunia usaha akan memiliki kepercayaan diri untuk berinvestasi,” tandas Sri Mulyani./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...