JAKARTA, Bisnistoday – Selama kuartal pertama tahun 2021, pertumbuhan ekonomi nasional masih berada di zona negatif. PDB selama tiga bulan pertama tercatat 0,96 % dibadingakan dengan quarter to quarter. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, maka perekonomian nasional hanya bertumbuh 0,74% saja. Hal ini diterangkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, belum lama ini.
Baca juga : Konsumsi Terbatas, Bank Indonesia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI
Tercatat, sepanjang empat kuartal sejak tahun kuartal I tahun lalu hingga sekarang, kondisi perekonomian nasional terjebak dalam jurang resesi karena belum beranjak dari zona negative. Sedangkan sebaliknya geliat ekonomi dunia sudah mulai terlihat ke pergerakan positif. Ini terjadi di Amerika Serikat, Singapura dan Tiongkok.
Mengacu kepada PMI (Purchasing Manager’s Index) perekonomian global mengalami perbaikan. Daya beli mulai terlihat sejak semaraknya pelaksanaan vaksin global di berbagai negara. Tiga negara mitra perdagangan Indonesia, terlihat juga sudah menunjukan pertumbuhan lebih baik.
Suhariyanto menuturkan, situasi inflasi selama kuartal I tahun 2021 hanya mampu bertumbuhan sebesar 1,3 % (year on year). Selama pandemic, menurutnya, lambatnya inflasi masih terjadi. Hal ini terjadi karena mobilitas jauh berkurang, sehingga pergerakan ekonomi suliat bergerak positif. Hal ini, tegasnya akan sangat berpengaruh terhadap permintaan dan pendapatan./




