JAKARTA, Bisnistoday – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), anggota MUFG, grup membukukan pendapatan operasional pada Kuartal I-2025 sebesar Rp4,7 triliun. Angka ini memperlihatkan level stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan pada Kuartal I-2025, Danamon membukukan laba bersih sebesar Rp757 miliar. Sejalan dengan laba ini, biaya kredit (cost of credit) tercatat lebih rendah, dengan penurunan sebesar 11% year-on-year.
“Sepanjang periode tiga bulan pertama 2025, Danamon terus menjaga momentum pertumbuhannya, dengan kinerja yang baik pada sisi penyaluran pinjaman dan penghimpunan dana, serta dengan kualitas aset yang tetap terjaga dengan baik,” ungkap D. Ejima, Direktur Utama Danamon di Jakarta, Selasa (29/4).
“Dengan strategi Tumbuh Bersama sebagai Satu Grup Finansial, Danamon terus berkomitmen menjadi penyedia solusi finansial terbaik bagi nasabah bersama dengan MUFG sebagai perusahaan induk, serta anggota grup dan para mitra. Kami mengapresiasi kepercayaan dari nasabah, para mitra, pemegang saham, regulator, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, kepada Danamon.”
Kinerja keuangan dan operasional konsolidasi periode tiga bulan, dalam keterangan Ejima, bahwa Danamon secara konsisten mencatatkan pertumbuhan pada fungsi intermediasi bisnisnya, dengan total kredit dan trade finance konsolidasi sebesar Rp192,7 triliun, atau tumbuh 7% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year). Pertumbuhan ini juga berlaku di sisi pendanaan, di mana Danamon membukukan dana pihak ketiga sebesar Rp151,7 triliun, tumbuh 6% year-on-year.
Dari sisi intermediasi, pertumbuhan penyaluran kredit Danamon didorong oleh pertumbuhan dua digit pada lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution, SME Banking, dan Consumer Banking. Pertumbuhan ini juga terlihat pada sisi penghimpunan dana, dengan pertumbuhan pendanaan granular2 yang stabil, sebesar 6% year-on-year.
Baca Juga : Bank Danamon Setujui Pembagian Dividen 35% dari Laba Bersih 2024
Di tengah penyaluran kredit yang terus bertumbuh, D Ejima menambahkan, Danamon tetap memprioritaskan pengelolaan kualitas aset dan manajemen risiko dengan selalu berpegang pada prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin pada rasio loan at risk (LAR)3 sebesar 10,4% per tanggal 31 Maret 2025, lebih baik 160 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara, Rasio NPL bruto pada waktu yang sama adalah sebesar 1,9%, 30 basis poin lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun kualitas kredit di kuartal pertama tahun 2025 semakin membaik, Danamon tetap mempersiapkan pencadangan yang memadai, yang ditunjukkan oleh rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) yang mencapai 283,3%, atau tumbuh 21,5 poin persentase dibanding tahun sebelumnya.//


