JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan mengurangi pajak sebesar 18 sen untuk bensin guna mengimbangi kenaikan harga yang terus melonjak sebagai dampak perang AS-Israel dengan Iran.
Pada Senin (11/5/2026), Trump mengatakan akan menangguhkan pajak bensin, tetapi tidak menyebutkan tanggal berakhirnya.
“Dampaknya bisa lebih besar di negara bagian yang juga telah mengurangi pajak bensin mereka sendiri dan dapat memperkuat perbedaan harga bensin berdasarkan wilayah.”
Sejumlah negara bagian di AS juga menurunkan harga bensin, seperti Indiana, Kentucky, dan Georgia guna memberikan keringanan kepada konsumen di SPBU.
Harga bensin terus naik sejak serangan awal perang AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Menurut Asosiasi Otomotif AS harga rata-rata untuk satu galon (3,78 liter) bensin biasa adalah US$4,52, naik dari US$2,98 ketika konflik ini dimulai.
Baru-baru ini, seperti dilaporkan Guardian, Trump berkomentar bahwa gencatan senjata AS dengan Iran berada dalam kondisi “kritis”, setelah kedua kubu menolak proposal masing-masing.
Berita ini telah menyebabkan harga minyak melonjak. Harga minyak mentah Brent naik US$3,17, atau 3,13 persen, menjadi US$104,46 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di US$98,32 per barel, naik US$2,90, atau 3,04 persen. Brent mencapai level tertinggi sesi di US$105,99 dan WTI mencapai puncak di US$100,37.
Maskapai penerbangan
Di Wall Street, saham perusahaan raksasa minyak dan gas menunjukkan tren kenaikan. Shell naik 1,6 persen pada perdagangan tengah hari, Exxon naik 3,1 persen, BP naik 2 persen, dan Chevron naik 1,7 persen.
Dalam wawancara dengan CBS, Senin lalu, Trump juga ditanya apakah juga menyiapkan bantuan keuangan untuk industri penerbangan, yang telah terpukul sejak perang ini meletus.
Presiden mengatakan kepada media tersebut bahwa bantuan keuangan belum diajukan lantaran maskapai penerbangan tidak dalam kondisi buruk.
Namun, awal bulan ini, maskapai penerbangan murah Spirit Airlines menghentikan operasinya setelah 34 tahun. Dokumen pengadilan menyatakan maskapai tersebut tutup karena “peristiwa geopolitik baru-baru ini yang mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar yang besar dan berkelanjutan”.
Hal ini terjadi bersamaan dengan maskapai penerbangan besar AS lainnya yang menaikkan harga. Pada bulan April, United Airlines mengatakan akan menaikkan tarif sebesar 20 persen di tengah lonjakan biaya bahan bakar jet.//


