www.bisnistoday.co.id
Rabu , 24 Juni 2026
Home GLOBAL Menyulam Kesaksian di Permadani Genosida Gaza
GLOBALHumanioraIndepth

Menyulam Kesaksian di Permadani Genosida Gaza

Ini adalah proyek seni yang menyatukan perempuan Palestina di wilayah yang diduduki dan di kamp-kamp pengungsi di Lebanon dan Yordania untuk mendokumentasikan kehancuran Gaza secara langsung.

Sejumlah panel sulaman dari Permadani Genosida Gaza [Sumber: Museum Palestina AS]
Sejumlah panel sulaman dari Permadani Genosida Gaza [Sumber: Museum Palestina AS]
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – “Saya seorang jurnalis; bercerita adalah keahlian saya. Kata-kata adalah alat yang selalu saya gunakan untuk memahami peristiwa dan membentuknya menjadi narasi yang fair. Namun, ketika menyangkut genosida di Gaza, tempat kelahiran saya, bahasa terasa sama sekali tidak memadai, “ begitu tulis Jehan Alfarra, jurnalis perempuan Palestina yang kini bermukim di Inggris.

Dengan pengalaman lebih dari satu dekade meliput isu-isu terkini politik, budaya, serta hak asasi manusia di Timur Tengah, Jehan kerap menjadi saksi tragedi kemanusiaan, termasuk di tanah kelahirannya, Gaza.

Pada titik tertentu, kata dia, naluri untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memahami apa yang telah terjadi di sana mulai runtuh di bawah skala kehancuran dan penderitaan yang luar biasa.

“Satu adegan dari awal perang telah terpatri dalam pikiran saya: Sebuah buldoser mengubur 111 mayat tak dikenal, terbungkus dalam kantong biru terang, di kuburan massal. Gambar itu muncul sebentar dalam unggahan media sosial yang tak berujung sebelum menghilang lagi, digantikan oleh adegan menyedihkan lainnya. Dan lagi,” tulis Jehan dalam esainya yang diunggah di Al jazeera, Sabtu (9/5/2026)

“Setiap upaya untuk menggambarkan dengan kata-kata apa yang telah dilakukan Israel terhadap Gaza dan rakyatnya terasa mereduksi, memadatkan sesuatu yang luas, berkelanjutan, dan sangat mematikan ke dalam bahasa yang tidak mungkin dapat menampungnya. Bagaimana Anda menceritakan kisah-kisah kengerian yang tak terucapkan seperti itu,”? imbuhnya.

Proyek seni

Situasi inilah yang menjadi inti dari pameran Gaza Genocide Tapestry (Permadani Genosida Gaza), yang dikuratori Jehan dan beberapa rekannya dan akan dipamerkan di Venice Biennale tahun ini.

Ini adalah proyek seni yang menyatukan perempuan Palestina di wilayah yang  diduduki dan di kamp-kamp pengungsi di Lebanon dan Yordania untuk mendokumentasikan kehancuran Gaza secara langsung.

Mereka menceritakan kisah-kisah ini dengan cara yang paling mereka kuasai: jarum dan benang. Melalui 100 panel sulaman, masing-masing terdiri dari 55.000 jahitan, perempuan-perempuan ini telah menciptakan kesaksian yang menolak membiarkan dunia melupakan apa yang telah terjadi.

Setiap panel menceritakan sebagian dari apa yang telah terjadi. Misalnya, seorang jurnalis menangis di atas jenazah anaknya; gadis-gadis muda dengan panci kosong yang rombeng di dapur umum; seorang anak menangis saat dunianya runtuh di sekitarnya.  “Beberapa gambar ini memaksa diri masuk ke kesadaran publik, meskipun hanya sesaat,” tulisnya.

Namun, lanjut Jehan, sebagian besar gambar dari Gaza tidak diberi kesempatan untuk itu. Mereka menghilang tanpa nama, konteks, atau upacara perpisahan.

“Dengan menyulam berarti memutuskan  bahwa sesuatu layak untuk diusahakan – berjam-jam, berhari-hari, dan berminggu-minggu kerja keras. Ini berarti menegaskan bahwa hal itu tidak akan hilang di tengah banyaknya gambar yang sekilas melintas di depan mata kita,” kata Jehan yang juga menjabat sebagai ketua bersama dari Palestine History Tapestry dan merupakan bagian dari Museum Palestina di AS dan Skotlandia.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

PM Inggris
GLOBALKawasan Global

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Menyatakan Mundur

TOKYO, Bisnistoday – Pasca kekalahan Partai Buruh pada pemilihan Mei Lalu memperlemah...

SDN Gunungsitoli
Humaniora

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 18 Satuan Pendidikan di Gunungsitoli Kep.Nias

GUNUNGSITOLI, Bisnistoday - Bagi murid dan guru di Kota Gunungsitoli, revitalisasi sekolah...

Oranje Bus, bus ikonik suporter Belanda (dok: Instagram)
IndepthSport & Health

Kegembiraan Sepak Bola

JAKARTA, Bisnistoday - Ribuan orang itu bergerak memasuki Kota Houston, Texas, Amerika...

Acara bincang kesehatan yang diadakan PTPN III (dok: PTPN)
Humaniora

Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggelar kegiatan kemanusiaan berupa...