JAKARTA, Bisnistoday – Komunitas masyarakat pesisir menolak adanya sikap pemerintah yang mengobral kekayaan keanekaragaman laut Indonesia kepada segelintir investor asing.Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) bersama sejumlah elemen komunitas termasuk Greenpeace Indonesia akan menyuarakan kegelisahan ini, melalui aksi besar bersama 200 perwakilan masyarakat pesisir dari 20 provinsi di Indonesia.
Menurut Sekjen KIARA, Susan Herawati melalui keteranganya kepada media mengungkapkan, aksi ini akan menjadi panggilan tegas kepada pemerintahan Joko Widodo, maupun penerusnya nanti, agar berhenti menjual laut dan pesisir Indonesia atas nama pembangunan melalui aturan yang pro-investor, atau pun berbagai program dan skema konservasi. Karena ini ironis, justru membuka ruang bagi kerusakan ekosistem, ketidakberlanjutan, dan semakin meminggirkan dan memiskinkan masyarakat pesisir.
Terkait hal ini, aksi KIARA dan sejumlah elemen masyarakat pesisir ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan “Temu Akbar Masyarakat Pesisir 2024: Memperjuangkan Kebaharian Indonesia,” yang telah berlangsung sejak 8 Oktober di Jakarta.
“Pada esok hari (Kamis, 10 Oktober), kami akan menekankan bahwa siapa pun yang memimpin negeri ini harus berkomitmen untuk menegakkan kedaulatan pangan, ruang, serta keadilan iklim bagi masyarakat pesisir. Pengelolaan sumber daya laut harus sepenuhnya berada di tangan masyarakat pesisir yang telah menjadi penjaga laut sejati Indonesia.”
Rencana aksi demo masyarakat pesisir Indonesia ini dimulai pada pukul 09:00-12:00 WIB, dengan orasi utama di depan Pintu Gerbang Kementerian Kelautan dan Perikan (KKP). Jl. Medan Merdeka Timur, Gambir Jakarta Pusat./


