www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home OPINI Gagasan Mempertahankan Kesegaran Buah Manggis di Tasikmalaya
Gagasan

Mempertahankan Kesegaran Buah Manggis di Tasikmalaya

BUah Manggis
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Manggis (Garnicia mangostana), tanaman asli Asia Tenggara yang dijuluki sebagai “ratu buah” atau “queen of fruits” adalah salah satu buah tropis yang banyak diminati. Buah unik ini terkenal karena rasa manis dan segarnya, dengan daging buah berwarna putih dan kulit tebal berwarna keungu-unguan.

Jumlah daging buah dalam setiap manggis dapat dilihat dari jumlah juring yang terdapat di permukaan ujung kulitnya. Buah ini memberikan tampilan bintang jika dibelah secara melintang. Selain penampilannya yang unik dan rasa yang lezat, manggis juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan membantu melawan berbagai penyakit. Jadi, tidak mengherankan jika buah ini juga populer hingga Benua Amerika dan Eropa.

Di Indonesia, manggis dapat ditemukan dari Sabang sampai Merauke. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu produsen utama buah manggis. Tepatnya di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi salah satu wilayah sentra buah manggis.

Daerah ini memiliki ketinggian 500-600 meter di atas permukaan laut dengan jenis tanah lahan kering/darat yang merupakan podsolik kuning dan latosol yang cocok untuk pertumbuhan buah manggis. Oleh karena itu, buah manggis yang dihasilkan dari daerah Puspahiyang dikenal dengan sebutan “manggis khas Puspahiang” yang memiliki kualitas unggul.

Jumlah petani manggis di Kecamatan Puspahiang mencapai 3.430 orang atau sekitar 15,28% dari jumlah penduduknya. Luas lahan manggis di kecamatan ini mencapai 1.666 hektar dengan lokasi yang tersebar di berbagai lokasi. Para petani di sana tergabung dalam beberapa kelompok tani.

Namun, gabungan kelompok tani ini menghadapi tantangan dalam pengolahan komoditas, terutama dalam hal teknis pengemasan manggis. Selama ini mereka hanya mengetahui cara mengatasi getah kuning dan olusi pada buah manggis, sedangkan mereka tidak mengetahui cara pengemasan buah manggis. Padahal, teknis pengemasan yang tepat sangat penting untuk mengatasi kesulitan dalam mengakses pasar dan bersaing dalam harga.

Dan teknis ini dapat dilakukan dengan pengelolaan pascapanen. Para petani manggis disana selama ini melakukan pembersihan dan sortasi dalam penanganan pascapanen. Namun, proses tersebut belum sesuai dengan standar GAP.

Penanganan Pasca Panen

Salah satu teknis penanganan pascapanen yang efektif untuk memperpanjang umur simpan manggis adalah pengaturan suhu. Suhu penyimpanan yang tepat dapat memperpanjang umur simpan buah manggis dan menjaga kualitasnya. Buah manggis yang disimpan pada suhu 25°C dengan kelembapan relatif (R.H.) 70-75% dapat bertahan selama 3 minggu.

Sementara itu, jika buah manggis disimpan pada suhu 13° C dengan kelembapan relatif (R.H.) 90-95%, buah manggis dapat bertahan sampai 25 hari. Pengaturan suhu ini sangat krusial untuk mempertahankan kesegaran dan kualitas buah selama proses distribusi, terutama jika manggis akan di ekspor ke pasar internasional.

Pada suhu yang lebih rendah, aktivitas metabolisme buah melambat, sehingga mengurangi laju respirasi dan produksi etilen. Etilen adalah hormon tumbuhan yang mempercepat pematangan dan penuaan buah. Dengan mengurangi produksi etilen, proses pematangan buah dapat ditunda.

Sehingga, manggis dapat disimpan lebih lama tanpa mengalami kerusakan. Selain itu, suhu yang lebih rendah juga membantu mengurangi pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan pembusukan.

Selain pengaturan suhu, penanganan pasca panen juga melibatkan desain kemasan yang tepat. Kemasan yang baik harus mampu melindungi buah dari kerusakan fisik, menjaga kelembapan, serta memungkinkan sirkulasi udara yang baik. Pemilihan dimensi kemasan, pengujian desain, dan pengujian kompresi serta getaran merupakan langkah-langkah penting untuk memastikan manggis tetap dalam kondisi optimal.

Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas pengepakan yang paling optimal adalah 8 kg per kemasan, dengan dimensi 39,4 cm x 21 cm x 21 cm dan pola pengepakan FCC (Fixed Container Code). Dengan kemasan ini memungkinkan penempatan buah manggis secara optimal, mengurangi risiko kerusakan akibat tekanan atau guncangan selama transportasi.

Selain itu, kemasan sebaiknya dibuat dari bahan yang tahan lama dan ramah lingkungan. Mengingat meningkatnya kesadaran akan isu-isu lingkungan di kalangan konsumen global.

Pengaturan Suhu dan Kemasan

Penerapan teknik-teknik pengaturan suhu dan desain kemasan yang tepat di Kabupaten Tasikmalaya dapat membawa banyak manfaat bagi petani manggis. Dengan pengaturan suhu yang tepat dan penggunaan kemasan yang optimal, petani manggis di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya dapat memperpanjang umur simpan buah manggis mereka.

Hal ini tidak hanya membantu dalam mempertahankan kualitas dan kesegaran buah selama distribusi, tetapi juga memungkinkan petani untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan memungkinkan petani untuk menjual produk mereka dengan harga yang lebih tinggi.

Pengelolaan pascapanen yang baik, terutama dalam hal pengaturan suhu dan desain kemasan merupakan kunci utama dalam memperpanjang umur simpan buah manggis. Dengan penerapan teknik-teknik ini, petani manggis di Kabupaten Tasikmalaya dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan memperluas akses pasar internasional.

Upaya ini tidak hanya menguntungkan petani secara ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi indonesia sebagai produsen utama manggis berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas dan umur simpan manggis juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk manggis dari Indonesia.

Pengelolaan pascapanen yang baik, terutama dalam hal pengaturan suhu dan desain kemasan merupakan kunci utama dalam memperpanjang umur simpan buah manggis. Dengan penerapan teknik-teknik ini, petani manggis di Kabupaten Tasikmalaya dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan memperluas akses ke pasar internasional. Upaya ini tidak hanya menguntungkan petani secara ekonomi tetapi juga memperkuat posisi indonesia sebagai produsen utama manggis berkualitas tinggi.

Jakarta, Juni 2024

Oleh : Shella Liestiani, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah.

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Selat Hormuz
Gagasan

Setelah Hormuz, Ketegangan Geopolitik Bakal Beralih ke Selat Malaka

DINAMIKA geopolitik global tengah bergeser dari Teluk Hormuz menuju Selat Malaka. Kegagalan...

Aktifitas Tambang
Gagasan

Harga Komoditas Mulai Melonjak, Indonesia Butuh” Windfall Tax” Agar Penerimaan Tidak Terlewat

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah sebaiknya segera mengevaluasi ulang serta memberlakukan aturan baru...

Tambang Batubara
Gagasan

Memanfaatkan Krisis Harga Minyak sebagai Momentum Penguatan Ekonomi Nasional

KENAIKAN harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik global kembali memunculkan kekhawatiran terhadap...

Hunian Hijau
Gagasan

Hunian Hijau : Apakah Kebutuhan Atau Sekadar Penuhi Gengsi

INDONESIA sudah menyatakan komitmen menurunkan emisi melalui target nasional hingga 2030. Di...