YOGYAKARTA, Bisnistoday – Generasi Milenial yang baru berwirausaha tahap awal, disarankan untuk terjun ke bisnis waralaba. Keunggulan skema waralaba adalah merintis usaha untuk tidak memulai dari nol karena adanya sistem terstandardisasi milik waralaba yang bisa diaplikasikan dan adanya dukungan berkelanjutan dari pemberi waralaba.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso saat membuka kuliah umum bertajuk “Young Entrepreneurs Leadership Forum” di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gajah Mada (UGM), Sleman, Yogyakarta pada Jumat, (23/5).
Turut hadir dalam acara tersebut yaitu International Relations Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Veronica Linda Purnamatini. Mendampingi Mendag Busan, yaitu Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.
“Tantangan kita saat ini adalah melahirkan generasi muda yang berorientasi kewirausahaan. Saya mengajak anak-anak muda untuk menciptakan lapangan pekerjaan, melalui wirausaha dengan memanfaatkan skema waralaba. Kelebihan pola waralaba yakni usaha bisa segera berjalan dan lebih praktis,” jelas Mendag Busan.
Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia adalah 3,35 persen dari total angkatan kerja atau sekitar 4,9 juta wirausahawan. Sebagai perbandingan, rasio kewirausahaan Malaysia mencapai 4,74 persen, Singapura 8,76 persen, dan Amerika Serikat 12 persen. Untuk mencapai status negara maju, Indonesia harus mencapai rasio kewirausahaan minimal 4 persen dari total angkatan kerja.
“Kemendag berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan kewirausahaan nasional dan mencapai rasio kewirausahaan minimal 4 persen menggunakan pola waralaba yang dijalankan anak-anak muda Indonesia,” ujar Mendag Busan.
Pada 2045 mendatang, persentase usia produktif, atau orang-orang berusia 15-64 tahun, diestimasikan berada pada porsi tertingginya, yaitu sekitar 70 persen dari demografi penduduk. Diperkirakan pada tahun tersebut, akan ada 65,8 juta anak muda.
Peran Asosiasi Franchise Indonesia
International Relations Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Veronica Linda Purnamatini mengatakan, AFI mendukung program pemerintah untuk meningkatkan angka kewirausahaan dengan mengenalkan kewirausahaan kepada generasi muda menggunakan pola waralaba. Peningkatan jumlah dan pengembangan kewirausahaan sejalan dengan salah satu fokus program kerja prioritas Kemendag yakni pengamanan pasar dalam negeri.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perdagangan yang telah memberikan wawasan kepada civitas akademika muda UGM untuk mengambil peran kewirausahaan untuk membuka lapangan kerja serta pengamanan dan penguatan pasar domestik,” ujar Veronica./




