www.bisnistoday.co.id
Kamis , 13 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat MenKopUKM: Evolusi Koperasi dan UMKM Jadi Kunci Indonesia Maju 2045
Ekonomi Rakyat

MenKopUKM: Evolusi Koperasi dan UMKM Jadi Kunci Indonesia Maju 2045

MenKopUKM), Teten Masduki dan Semenkop dan SesmenKopUKM Arif Rahman Hakim membuka Rakor Pusat dan Daerah 2023 di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (12/8)
Social Media

SUKOHARJO, Bisnistoday – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki menegaskan, evolusi koperasi dan UMKM menjadi salah satu kunci dalam menjadikan Indonesia negara maju di tahun 2045.

“Kondisi perekonomian Indonesia yang mampu tumbuh di atas 5 persen selama 7 triwulan berturut-turut akan menjadi momentum untuk mengevolusi UMKM dan koperasi. Jadi bagaimana kita mengubah usaha informal ke formal, yang semula tidak produktif menjadi lebih produksi berkat teknologi. Itulah evolusi,” kata MenKopUKM, Teten Masduki dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah 2023 bertajuk Transformasi Koperasi dan UMKM Masa Depan di Solo Baru, Sukohajo, Jawa Tengah, Sabtu (12/8).

MenKopUKM Teten Masduki

Lebih lanjut, Menteri Teten menambahkan saat ini Indonesia perlu mendorong dan mengembangkan UMKM dan koperasi. Menurutnya saat ini fokus pengembangan produk UMKM bukan lagi sekadar memikirkan soal kemasan saja, tapi juga memanfaatkan inovasi teknologi dan menonjolkan keunggulan domestik.

“Daerah harus mulai mengidentifikasi potensi lokal dan keunggulan domestik masing-masing. Jangan sama semua. Saya tidak bisa melihat produk unggulan daerahnya. Tahap ini sudah selesai, kita move on masuk ke inovasi teknologi dan menonjolkan keunggulan dometik kita,” kata Menteri Teten.

Subtitusi Impor dan Hiirisasi

Menurut Menteri Teten, saat ini terdapat dua kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi bagian evolusi UMKM dan koperasi. Kebijakan tersebut adalah substitusi impor dan hilirisasi.

Kebijakan substitusi impor telah membuat belanja pemerintah sebanyak 40 persen untuk produk lokal atau UMKM. Sementara itu, kebijakan hilirisasi juga dapat dimanfaatkan untuk tidak lagi mengekspor bahan mentah tapi menciptakan beragam produk jadi dari bahan-bahan tersebut.

Baca juga: UMKM Nasional Expo Semarakkan Hari UMKM Nasional Bantu UMKM Naik Kelas

“Hilirisasi misalnya kita kaya dengan rumput laut. Lalu ada sawit ini kita bangunkan pabrik CPO dan minyak makan merahnya. Kita juga punya karet untuk dihilirisasi, dan juga kelapa yang hasil olahannya dianggap lebih sehat dan pro lingkungan. Banyak juga di daerah penghasil jahe, kunyit, dan sebagainya. Ini bisa untuk menyuplai industri farmasi dan makanan,” tuturnya.

Dengan begitu, kata Menteri Teten, ini akan mendorong investasi ke pengolahan hasil bumi, tambang, hasil kebun, pertanian, kelautan, dan yang lainnya.

“Jadi UMKM tidak hanya menghasilkan kuliner, anyaman, dan lainnya saja, itu sudah cukup bagus. Kita move on membuat UMKM yang menjadi bagian rantai pasok industri,” ujar Menteri Teten.

Menteri Teten juga menekankan saat ini seluruh dunia memiliki struktur ekonomi yang sama dengan Indonesia. Dalam hal ini UMKM merupakan sektor usaha yang paling dominian. Namun, UMKM di luar sana tidak berdiri sendiri tapi telah menjadi bagian dari rantai pasok industri.

“Di sana masuk ke produk berteknologi tinggi dan bagian dari rantai pasok industri. Jadi bukan lagi UMKM bersaing dengan produk industri. Tatanan ini perlu dibangun. Ini perlu dikaitkan dengan roadmap kita menjadikan Indonesia sebagai negara maju di 2045,” katanya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BPOM RI
Ekonomi Rakyat

APKLI-P Sinergi Dengan BPOM RI Percepat Izin Edar Usaha Mikro

JAKARTA, Bisnistoday -BPOM RI mencatat sekitar 4,2 juta Usaha Mikro dan Kecil...

Program MBG
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Program MBG Dinilai Belum Mampu Mendongkrak Ekonomi Rakyat Kecil

JAKARTA, Bisnistoday – Pengemat ekonomi menilai selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis...

Gelombang panas pengaruhi Lahan pertanian di Eropa (dok:Unsplash/Hannah Shedrow)
Ekonomi RakyatLingkungan

Gelombang Panas Pengaruhi Harga Pangan di Eropa

JAKARTA, Bisnistoday - Gelombang panas yang melanda Eropa pada Juni lalu diperkirakan...

Ekonomi Rakyat

Koperasi Kana Raih Penghargaan, Menkop Ferry Dorong Tatakelola Koperasi Seimbangkan Aspek Sosial

JAKARTA - Sektor ekonomi kerakyatan nasional kembali mencatatkan prestasi gemilang melalui pencapaian...