JAKARTA, Bisnistoday – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkiraka masih bergerak vareatif atau beragam mengawal perdagangan awal pekan ini. Belum ada sentiment yang kuat pendorog pasar makin atraktif.
“IHSG Masih berpeluang bergerak beragam, dengan rentang perdagangan di level 7683 hingga 7.746 dan Support di level 7.500,” dalam keteragan Tim Riset Mirae Asset Sekuritas, di Jakarta. Senin (18/10).
Pada perdagangan Jumat (25/10), IHSG ditutup melemah untuk ke-3 kalinya berturut-turut, kali ini sebesar 0,28% menjadi 7.694,7 (+5,8% YTD). Selama sepekan IHSG melemah 0,8% disebabkan oleh faktor sentimen global
Bursa-bursa saham lainnya di ASEAN juga melemah selama sepekan, termasuk Malaysia (-1,7% WoW), Filipina (-1,4% WoW), dan Singapura (-1,3% WoW). Bursa saham AS juga mengalami tren penurunan dalam sepekan, termasuk Dow Jones dan S&P500, masing-masing 2,7% WoW dan 1,0% WoW.
“Tren pelemahan selama sepekan dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa the Fed tidak akan agresif menurunkan suku bunga bulan November mendatang,” urainnya.
Di akhir pekan terjadi peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan Udara Israel ke Iran sebagai balasan dari serangan rudal Iran sebelumnya. Namun demikian, berdasarkan informasi terkini, serangan Israel di akhir pekan tidak mentargetkan fasilitas kilang minyak Iran seperti yang dikhawatirkan.
Hal ini menyebabkan harga minyak cenderung turun, dimana harga futures minyak untuk pengiriman Desember turun ke level USD68,46. Penurunan harga minyak dan spekulasi bahwa eskalasi di Timur Tengah tidak akan memburuk dalam waktu dekat mendorong penguatan futures Dow Jones ke level 42.481 dan kemungkinan akan berdampak positif kepada pasar Indonesia di awal pekan ini.
Rekomendasi Saham :
ANTM : buy on weakness, Support : 15.80, Resistance : 1.640, Target price : 1.730 (+9.15%), Cut loss : 1.540.
MAPA : trading buy, Support : 880, Resistance : 925, Target price : 960 (+6.19%), Cut loss : 860.
PTBA : buy on weakness, Support : 2.850, Resistance : 2.930, Target price : 3.080 (+6.94%), Cut loss : 2.820.//




