BANDUNG, Bisnistoday – Forum Kelompok Kader Konservasi Indonesia (FK3I) mendesak, Pemkab. Bandung, Pemprov Jawa Barat serta Kementerian ATR/BPN memetakan kembali wilayah konservasi hutan yang kian rentan, terhadap bencana ekologi seperti longsor dan banjir bandang. Wilayah konservasi hutan dan beberapa kawasan Kab.Bandung, dinilai sudah berat menahan cekungan atau mangkuk kontur hutan.
“Perkebunan, Hutan Lindung , dan kawasan konservasi beralih fungsi menjadi wisata terjadi di Bandung Selatan, Ciwidey, Pangalengan dan kawasan perbukitan Kabuoaten Bandung,” terang Dedi Kurniawan, Kordinator FK3I Pusat di Bandung, Senin (1/12).
Dikatakan, bangunan beton di kawasan Bandung barat seperti Lembang , Dago Giri , Puncrut, Cimenyan dan sekitarnya hingga bahkan sampai Subang, sudah berubah jadi Komplek pemukiman elit. “Pemda serta pemerintah pusat, harus memetakan kembali potensi dampak banjir dan longsor besar di wilayah tersebut.Sebab, bisa saja terjadi akibat cekungan atas Bandung sudah tidak dapat menopang mangkuk di bawahnya,” urainya.
Selain itu, lanjut Dedi Kurniawan, ancaman gempa terus mengintai, karena bisa saja terjadi di Sesar Lembang. Seharusnya, peta rawan bencana ini, harus mulai diukur sejauh mana keamanan masyarakat yang hidup di cekungan Bandung.
“Kalau gelondongan kayu muncul terjadi di Sumatera, terkuak akibat banjir, mungkin saja ini terjadi di kawasan cekungan Bandung yang berpotensi terjadinya gelontoran lumpur beserta bangunan menerpa,” cetusnya.
Karena itu, Dede Kurniawan, Koordinator FK3I Pusat, mengajak sekaligus menggugah warga Jawa Barat berpikir kritis terhadap situasi ancaman ekologi yang tidak dijamin Pemerintah.
“Sikap kritis bisa dilakukan dalam kontek tatanan penataan atau pembongkaran dan pemulihan secara sporadis, se-sporadis bangunan beton merangsak ke perbukitan Utara dan menyebar ke kawasan selatan Bandung.”
“Mari kita galang gerakan untuk saudara di Sumatera dan membangun opini situasi kita di Jawa Barat. Amankah kita dari bencana ekologis akibat faktor cuaca yang anomali, atau tidak mementu? Mari Bersolidaritas dan merenungkan kerentanan situasi keamanan wilayah kita sendiri,” tambah Dedi Kurniawan, Kordinator FK3I Pusat./


