www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 November 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan Mitigasi Bencana Ekologi, FK3I Desak Penataan Ulang Pemanfaatan Kawasan Hutan dan Perkebunan di wilayah Bandung
Lingkungan

Mitigasi Bencana Ekologi, FK3I Desak Penataan Ulang Pemanfaatan Kawasan Hutan dan Perkebunan di wilayah Bandung

Bencana Longsor
BENCANA Longsor di Sumatera./
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Forum Kelompok Kader Konservasi Indonesia (FK3I) mendesak, Pemkab. Bandung, Pemprov Jawa Barat serta Kementerian ATR/BPN memetakan kembali wilayah konservasi hutan yang kian rentan, terhadap bencana ekologi seperti longsor dan banjir bandang. Wilayah konservasi hutan dan beberapa kawasan Kab.Bandung, dinilai sudah berat menahan cekungan atau mangkuk kontur hutan.

“Perkebunan, Hutan Lindung , dan kawasan konservasi beralih fungsi menjadi wisata terjadi di Bandung Selatan, Ciwidey, Pangalengan dan kawasan perbukitan Kabuoaten Bandung,” terang Dedi Kurniawan, Kordinator FK3I Pusat di Bandung, Senin (1/12).

Dikatakan, bangunan beton di kawasan Bandung barat seperti Lembang , Dago Giri , Puncrut, Cimenyan dan sekitarnya hingga bahkan sampai Subang, sudah berubah jadi Komplek pemukiman elit. “Pemda serta pemerintah pusat, harus memetakan kembali potensi dampak banjir dan longsor besar di wilayah tersebut.Sebab, bisa saja terjadi akibat cekungan atas Bandung sudah tidak dapat menopang mangkuk di bawahnya,” urainya.

Selain itu, lanjut Dedi Kurniawan, ancaman gempa terus mengintai, karena bisa saja terjadi di Sesar Lembang. Seharusnya, peta rawan bencana ini, harus mulai diukur sejauh mana keamanan masyarakat yang hidup di cekungan Bandung.

“Kalau gelondongan kayu muncul terjadi di Sumatera, terkuak akibat banjir, mungkin saja ini terjadi di kawasan cekungan Bandung yang berpotensi terjadinya gelontoran lumpur beserta bangunan menerpa,” cetusnya.

Karena itu, Dede Kurniawan, Koordinator FK3I Pusat, mengajak sekaligus menggugah warga Jawa Barat berpikir kritis terhadap situasi ancaman ekologi yang tidak dijamin Pemerintah.

“Sikap kritis bisa dilakukan dalam kontek tatanan penataan atau pembongkaran dan pemulihan secara sporadis, se-sporadis bangunan beton merangsak ke perbukitan Utara dan menyebar ke kawasan selatan Bandung.”

“Mari kita galang gerakan untuk saudara di Sumatera dan membangun opini situasi kita di Jawa Barat. Amankah kita dari bencana ekologis akibat faktor cuaca yang anomali, atau tidak mementu? Mari Bersolidaritas dan merenungkan kerentanan situasi keamanan wilayah kita sendiri,” tambah Dedi Kurniawan, Kordinator FK3I Pusat./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lingkungan

Karhutla di Ketapang Masih Jadi Sorotan, Natur Gondowangi dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan di Pontianak

PONTIANAK , Bisnistoday.co.id,– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih...

Lingkungan

700 Delegasi dari 25 Negara Beradu Gagasan di Asia World Model United Nations XV

Bali, Bisnistoday.co.id— Asia World Model United Nations (AWMUN) XV kembali mempertemukan ratusan...

Lingkungan

Bali Dorong Transisi Nusa Penida Menuju 100% Energi Terbarukan Melalui “Satu Hari Energi Bersih 2026”

SANUR,Bisnistoday.co.id – Dalam mendukung agenda Bali Net Zero Emission (NZE) 2045 dan...

Lingkungan

Dorong Telur Cage-Free di Jawa Barat, AFFA Soroti Kesejahteraan Ayam Petelur

BANDUNG, Bisnistoday - Act for Farmed Animals (AFFA) mendorong pengembangan sistem produksi...