www.bisnistoday.co.id
Minggu , 19 April 2026
Home HEADLINE NEWS Pasar Bergerak Mixed, Ketahanan IHSG Kembali Diuji pada Awal Pekan
HEADLINE NEWS

Pasar Bergerak Mixed, Ketahanan IHSG Kembali Diuji pada Awal Pekan

GEDUNG BEI
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, masih tetap bergerak mixed dengan peluang masih menguji level support kuatnya. Beberapa indikator teknikal memperlihatkan adanya peluang tekanan namun menunggu momentum yang tepat.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar mengatakan, secara teknikal, support berada di 7,815 (-0.66%) dan 7,756 (-1.42%) yang menjadi area penting menjaga bias bullish. Sedangkan, resistance terdekat ada di 7,927 (0.76%) dan 7,980 (1.43%).

“Selama IHSG bertahan di atas rentang 7,815–7,756, peluang kenaikan menuju 7,927–7,980 lebih besar. Apablia level 7,756 kembali ditembus, risiko koreksi menuju 7,731–7,700 terbuka. Dengan demikian, area 7,756 tetap menjadi batas risiko utama yang harus diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan strategi jangka pendek,” urai Tasrul di Jakarta, Senin (8/9).

Sementara, pada akhir pekan kemarin, 4 September 2025, IHSG ditutup di 7,867.35 dengan pergerakan intraday 7,873.84 – 7,855.74. Kenaikan ini menegaskan rebound di atas critical level 7,756 yang kini menjadi support kunci setelah sempat terjadi breakdown.

Baca Juga : Mirae Asset : IHSG Bergerak Konsolidasi Dengan Level Support 6.000

Rully Arya Wisnubroto, Senior Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menambahkan, bahwa belum pulihnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi dan politik Indonesia.

Pada perdagangan pekan kemarin, terlihat arus modal asing keluar masih terus berlanjut sejak terjadinya aksi demonstrasi dan kerusuhan di akhir bulan Agustus lalu. Sejak tanggal 27 Agustus sampai dengan hari Kamis lalu akumulasi net sell asing mencapai IDR 5,8triliun.

Meski begitu, lanjut Rully, persepsi risiko Indonesia mulai membaik, terlihat dari CDS Indonesia 5 tahun yang mulai turun secara perlahan, dari puncaknya pada awal September yang mencapai 72,38 menjadi 70,37 pada hari Kamis lalu (4/9). Namun demikian, kami merasa bahwa investor belum sepenuhnya yakin akan situasi politik di Indonesia yang terus membaik dan kebijakan ekonomi Prabowo yang pro-pasar.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Proyek Aspal Jalan
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Segera Rampung

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan  penyusunan Rancangan...

Perang Iran Israel
GLOBALHEADLINE NEWSKawasan Global

Pakistan Terus Upayakan Perdamaian di Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat dan Iran masih membahas rencana perundingan kedua...

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemnaker dan TikTok Buka Peluang Kerja Baru Talenta Ekonomi Digital

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan TikTok Indonesia...

Diskusi Publik
EnergiHEADLINE NEWS

Diminati Pasar, Transportasi Bertenaga Listrik Butuh Dukungan Berbagai Pihak

JAKARTA, Bisnistoday – Penggunaan kendaraan bertenaga listrik perlu mendapat dukungan berbagai pihak,...