MOSKOW-Bisnistoday: Amerika Serikat secara de facto mengakui bahwa pasar global tidak dapat tetap stabil tanpa minyak Rusia.
Perwakilan Khusus Presiden untuk Investasi dan Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Asing dan Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Kirill Dmitriev, Jumat (13/3/2026).
Hal itu ia sampaikan mengomentari keputusan AS untuk mengecualikan minyak Rusia dan turunannya dari sanksi yang dimuat di kapal tanker sebelum 12 Maret.
Dii aplikasi X, ia menulis: “AS secara de facto telah mengakui fakta yang jelas: pasar global tidak dapat tetap stabil tanpa minyak Rusia.”
Menurutnya, langkah AS ini akan berlaku untuk sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang saat ini sedang dalam perjalanan. Dmitriev mengatakan energi (minyak) Rusia sangat diperlukan untuk meredakan krisis energi global yang besar.
Menurutnya para politisi Eropa akan segera dipaksa mengakui kenyataan ini, dan mengakui kesalahan strategis dalam kebijakan energi mereka selama ini.
Mengutuip kantor berita resmi Rusia, TASS, Pemerintah Amerika Serikat telah mengizinkan penjualan minyak mentah Rusia serta produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Kamis (12/3).
“Menteri Keuangan Amerika Scott Bessent mengumumkan bahwa pihaknya tidak hanya melonggarkan pembatasan atas pembelian minyak Rusia oleh India, tetapi juga mencabut seluruh pembatasan terhadap sekitar 100 juta barel minyak Rusia yang sedang dalam transit,” kata Dmitriev .
Dmitriev menambahkan bahwa di tengah meningkatnya krisis energi global, pelonggaran lebih lanjut terhadap pembatasan produk energi Rusia tampaknya semakin tidak terhindarkan.
Menurut dia, kebijakan tersebut kemungkinan tetap menghadapi penolakan dari sebagian kalangan birokrasi di Uni Eropa, yang ia sebut sebagai “birokrasi Brussel”.
Dmitirev juga mengatakan bahwa dengan pencabutan pembatasan terhadap minyak Rusia, Amerika mengakui pasar energi global sulit tetap stabil tanpa pasokan dari Rusia.//



