www.bisnistoday.co.id
Rabu , 12 Agustus 2026
Home EKONOMI Energi PBB Setujui Kredit Karbon untuk Proyek Kompor Kayu Bebas Emisi
EnergiHumanioraLingkungan

PBB Setujui Kredit Karbon untuk Proyek Kompor Kayu Bebas Emisi

Penggunaan kompor dalam proyek di Myanmar ini membakar biomassa kayu dengan lebih efisien.

Emsi Karbon
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kamis (4/3/2026) menyetujui pemberian kredit karbon pertama untuk sebuah perusahaan Korea Selatan yang mendistribusikan kompor kayu di Myanmar. Proyek di bawah pasar global ini bertujuan untuk mengurangi emisi sesuai perjanjian iklim Paris.

Hal ini memungkinkan perusahaan dan negara untuk mengimbangi emisi berlebih mereka. Caranya antara lain dengan membiayai proyek-proyek yang dapat mengurangi gas rumah kaca di negara lain.

Selama ini para kritikus khawatir jika  pengelolaannya buruk, skema semacam ini dapat merusak upaya dunia untuk mengurangi pemanasan global. Pasalnya, langkah ini memungkinkan negara atau perusahaan untuk melakukan greenwashing,  atau melebih-lebihkan, pengurangan emisi mereka.

Badan iklim PBB menyebut kredit pertama yang  di bawah pasar karbon baru ini melibatkan proyek di Myanmar. Mereka mendistribusikan kompor kayu bakar efisien yang mengurangi polusi udara rumah tangga yang berbahaya.

Proyek ini bermitra dengan perusahaan Korea Selatan. Nantinya, perhitungannya sesuai dengan target iklim Korea Selatan dan Myanmar.

Badan iklim PBB mengatakan pemberian kredit 40 persen lebih rendah daripada skema sebelumnya.  Penerapan perhitungan yang lebih konservatif ini  di bawah Mekanisme Kredit Perjanjian Paris (PACM) yang baru.

“Fokus kami adalah membangun kepercayaan di pasar ini sejak awal, dan penerbitan kredit pertama ini menunjukkan bahwa sistem ini bekerja sesuai tujuan,” kata Jacqui Ruesga, wakil ketua badan PBB yang mengawasi PACM, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip France24.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia memasak menggunakan api terbuka atau kompor yang tidak efisien. “Mereka umumnya menggunakan bahan bakar minyak tanah, batu bara, atau biomassa seperti kayu, limbah tanaman, atau kotoran hewan.

Memasak bersih

Penggunaan kompor dalam proyek di Myanmar ini membakar biomassa kayu dengan lebih efisien. Artinya mereka membutuhkan lebih sedikit bahan bakar dan mengeluarkan lebih sedikit asap di dalam rumah.

“Memasak dengan cara ini dapat melindungi kesehatan, menyelamatkan hutan, mengurangi emisi, dan membantu memberdayakan perempuan,” kata kepala iklim PBB, Simon Stiell.

Perjanjian Paris 2015, yang mewajibkan dunia untuk membatasi pemanasan global hingga jauh di bawah 2°C dan idealnya pada 1,5°C, juga menyarakankan semua negara dapat berpartisipasi dalam perdagangan lintas batas pengurangan karbon./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kampoeng Rajoet
Lingkungan

Dari Botol Plastik Jadi Benang, Kampoeng Rajoet Binong Jati di Bandung Dorong Ekonomi Sirkular

BANDUNG, Bisnistoday -  Upaya mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai terus dikembangkan...

Gerhana
Humaniora

Gerhana Matahari Total Tidak Bisa Diamati dari Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Badan Meteorologi, Klimatologo, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, akan terjadi...

Karhutla (Ilustrasi: Unsplash/Matt-Palmer)
GagasanLingkungan

Amuk Api di Lahan Kerontang

SEJUMLAH peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi sepanjang pekan ini, yakni...

Kegiatan Sedekah Hutan di FIB UI, Sabtu (8/8/2026) (dok:Adi/Bisnistoday)
EKONOMILingkungan

Memaknai Hutan sebagai Ruang Hidup Melalui Sedekah Hutan

JAKARTA, Bisnistoday – Sabtu (8/8/2026) pagi, ratusan orang yang umumnya mengenakan budaya...