SULTENG, Bisnistoday – Calon Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, sebagai pemimpin yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap dua aspek mendasar dalam kehidupan yakni kesehatan dan pendidikan. Komitmen ini semakin memperkuat posisinya di hati rakyat.
Tokoh masyarakat Luwuk, Samiun L Agi mengatakan, Anwar Hafid jelas mengakomodir dua kebutuhan penting manusia. Bahkan kata Samiun, Anwar Hafid telah membuktikan kepeduliannya terhadap pendidikan dan kesehatan.
“Hidup ini cuma dua hal, dia sehat dan berpendidikan. Pak Anwar Hafid sudah membuktikan beliau sangat peduli akan dua hal ini,” kata Samiun, Jumat (9/8).
Pernyataan Samiun ini menggarisbawahi kebijakan dan program-program Anwar Hafid yang selama ini fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, utamanya ketika ia menjabat sebagai Bupati Morowali. Di Morowai ia sukses membuat seluruh rakyat bebas dari biaya pendidikan dan kesehatan selama satu dekade.
Program ini akan diadaptasi langsung oleh Anwar Hafid di ranah provinsi. Bersama calon Wakil Gubernur Reny Lamadjido, Anwar Hafid merancang program Berani Sehat dan Berani Cerdas.
Berani Sehat program yang fokus meningkatkan layanan kesehatan gratis hanya dengan modal KTP, termasuk BPJS gratis untuk pasien kelas III dan pembangunan rumah sakit berstandar internasional, program ini didukung oleh kemampuan Reny Lamadjido sebagai seseorang yang berlatar belakang pendidikan kedokteran.
Melihat program yang memenuhi kebutuhan dasar kehidupan, Samiun mengatakan, Anwar Hafid adalah pemimpin yang pas untuk Sulawesi Tengah. Sebab, Ketua Demokrat Sulteng ini memiliki pengalaman dan dasar keilmuan yang jelas.
“Beliau sosok pemimpin yang pas, karena beliau punya pengalaman dan punya dasar keilmuan yang jelas,” tegas Samiun.
Sementara Berani Cerdas, Anwar Hafid akan menggratiskan seluruh biaya pendidikan hingga jenjang kuliah. Lebih komprehensif lagi, bagi mereka yang tidak ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Anwar Hafid menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengakomodir anak-anak Sulteng, agar terbebas dari predikat pengangguran.
Program Berani Cerdas, jelas menjawab angka putus sekolah yang masih tinggi di Sulawesi Tengah. Diketahui, Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng mencatat pada 2023, sebanyak 4.509 anak-anak Sulteng putus sekolah, jumlah ini didominasi usia tamatan SMA dan SMK.//


