www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 April 2026
Home OPINI Gagasan Pemudik Menurun, Perputaran Uang Periode Lebaran Menipis
Gagasan

Pemudik Menurun, Perputaran Uang Periode Lebaran Menipis

Pemudik motor melonjak tahun 2023
PEMUDIK RODA Dua bakal melonjak musim mudik
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Mudik lebaran sudah menjadi tradisi Bangsa Indonesia. Di negara lain ada Imlek (China), Natal (Eropa) dan Thanksgiving (AS). Libur masa Lebaran, selain untuk mudik ke kampung halaman dan bersilaturahmi dengan keluarga, teman atau kerabat, juga dimanfaatkan untuk berwisata.

Sudah menjadi tradisi, berwisata bersama keluarga sudah menjadi agenda yang tidak dilewatkan selama libur masa lebaran. Tradisi mudik tidak hanya memindahkan manusia, tetapi juga menggeser pola berlalu lintas dan denyut mobilitas warga antarkota. Momen Lebaran akan memicu mobilitas masyarakat di sejumlah daerah serta peningkatan angka kunjungan di sejumlah obyek wisata, produk lokal dan kuliner di sejumlah daerah.

Hanya saja, efek kebijakan pemerintah yang kurang tepat menyebabkan perputaran uang selama Lebaran tahun 2025 turun sekitar Rp20 triliun. Data dari Bank Indonesia (2025), perputaran uang selama lebaran tahun 2021 sebesar Rp 154,5 triliun, tahun 2022 (Rp 150 triliun), tahun 2023 (Rp 240 triliun), tahun 2024 (Rp 157,3 triliun) dan tahun 2025 diperkirakan Rp 137,9 triliun.

Jumlah pemudik menurun akibat tekanan ekonomi. Para ASN muda, misalnya, lebih baik mengurangi pendapatannya untuk membayar cicilan rumah dan kendaraan, sehingga mereka memilih tidak mudik.

“Sayangnya data pasti untuk moda darat belum valid, masih sebatas perkiraan. Jumlah mudik motor lewat jalan raya tidak ada. Realisasi mudik gratis tak ada. Yang ada hanya kuota mudik gratis”

Terlebih mengkhawatirkan, laporan INDEF menunjukkan, realisasi penerimaan pajak dari konsumsi masyarakat turun drastis dari Rp35,6 triliun menjadi Rp 2,58 triliun sejak awal tahun. Konsumsi masyarakat yang anjlok mengakibatkan jumlah pemudik menurun. Hanya 10,1 juta pemudik tercatat H-10 hingga H+2, lebih sedikit 563.000 dibandingkan dengan 2024.

Jumlah pemudik turun, kejadian kecelakaan juga menurun. Kejadian kecelakaan lalu lintas pada masa Lebaran 2025 tercatat sebanyak 4.640 kecelakaan atau turun sebesar 34,31 persen jika dibandingkan masa Lebaran tahun 2024.

Data Kenaikan Semu

Kenaikan pemudik menggunakan moda transportasi darat belum menunjukkan angka yang pasti, seperti di moda KA, pesawat, kapal penyeberangan dan kapal laut.Penyelenggaraan mudik lebaran sudah bertahun-tahun, namun untuk mendapatkan angka realisasi pemudik belum didapat angka secara pasti.

Angka yang dikumpulkan hanya sebatas kuota yang disediakan, baik pemudik menggunakan program Bus Mudik Gratis maupun kuota yang disediakan PO Bus reguler. Data tersebut tentunya akan bermanfaat untuk membuat program perencanaan penyelenggaraan mudik lebaran akan datang.

Diatas kertas, penyelenggaraan mudik gratis tahun ini makin bertambah, tidak hanya menggunakan bus namun ada moda KA dan kapal. Selain Kemenhub dan BUMN, juga banyak Perusahaan Swasta dan Parpol menyelenggarakan mudik gratis.

Benahi Pendataan

Lancar di jalan tol namun tersendat di jalan arteri yang tidak terpantau. Kebijakan satu arah tidak dapat dipertahankan selamanya. Keterbatasan kapasitas prasarana dan anggaran menjadi kendala.

Usai masa mudik lebaran, segeralah pemerintah membuat program untuk lebaran tahun depan. Jangan menunggu tahun depan mendekati masa mudik lebaran, baru dikeluarkan program baru. Program yang akan diputuskan masa mudik lebaran 2016, minimal 6 bulan sebelum masa mudik lebaran sudah diputuskan.

Mengalihkan pemudik menggunakan angkutan umum akan mendukung kebijakan ketahanan energi. Mengurangi pemudik motor dengan membatasi dimuat 2 orang setiap sepeda motor turut mengurangi angka kejadian kecelakaan.Membenahi pendataan pemudik dan membuat program baru sangat dinantikan untuk musim mudik lebaran 2026.

Jakarta, April 2025

Oleh : Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Kopdes Merah Putih
Gagasan

Barang Subsidi Mesti Didistribusikan Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

DALAM perspektif teori ekonomi, barang bersubsidi pada hakikatnya merupakan bagian dari barang...

Selat Hormuz
Gagasan

Setelah Hormuz, Ketegangan Geopolitik Bakal Beralih ke Selat Malaka

DINAMIKA geopolitik global tengah bergeser dari Teluk Hormuz menuju Selat Malaka. Kegagalan...

Aktifitas Tambang
Gagasan

Harga Komoditas Mulai Melonjak, Indonesia Butuh” Windfall Tax” Agar Penerimaan Tidak Terlewat

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah sebaiknya segera mengevaluasi ulang serta memberlakukan aturan baru...

Tambang Batubara
Gagasan

Memanfaatkan Krisis Harga Minyak sebagai Momentum Penguatan Ekonomi Nasional

KENAIKAN harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik global kembali memunculkan kekhawatiran terhadap...