www.bisnistoday.co.id
Selasa , 2 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Peneliti INSTRAN : Menteri AHY Jangan Sibuk Seremonial, Transportasi Butuh Kerja Nyata
Nasional

Peneliti INSTRAN : Menteri AHY Jangan Sibuk Seremonial, Transportasi Butuh Kerja Nyata

Bus Perintis
ARMADA BUS Perintis Beroperasi di Wilayah Terisolir./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –  Peneliti dari Inisiatif Strategi Transportasi (INSTRAN) menuding Menko Perekonomian, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) senang acara seremonial belaka. Padahal, kondisi transportasi nasional sangat genting ditegah imbas pemangkasan anggaran.

Darmaningtyas, peneliti INSTRAN dalam pendapatnya mengatakan, nasib transportasi publik kian mengkhawatirkan. Hal ini bisa dilihat dari kinerja 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diwarnai dengan berhentinya operasional angkutan umum seperti Trans Metro Dewata, Trans Pakuan Bogor, dan Teman Bus Yogya. Juga terancamnya operasional angkutan perintis lantaran terkena dampak efisiensi anggaran.

Padahal, keberadaan angkutan perintis yang selama ini dioperasikan oleh DAMRI itu amat diperlukan oleh saudara-saudara yang ada di NTT, Maluku, Maluku Utara, dan masyarakat di seluruh Pulau Papua, karena hanya itulah satu-satunya layanan angkutan umum yang tersedia.

“Kalau layanan angkutan peintis tidak beroperasi, lalu dengan apa Masyarakat di luar Jawa itu akan melakukan mobilitas?” urai Darmaningtyas dalam keteranganya di Jakarta, Senin (17/2).

“Merosotnya layanan angkutan umum itu sebagai dampak dari sikap Menhub Dudy Purwagandhi yang tidak jelas keberpihakannya terhadap layanan publik di daerah-daerah sehingga ketika ada efisiensi hanya main potong saja tidak memperhatikan keberlangsungan pelayanan publik di seluruh wilayah Indonesia.”

Disisi lain, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih sibuk dengan urusan seremonial daripada mencari terobosan agar layanan public di seluruh wilayah Indonesia dapat terjamin keberlangsungannya.“Kondisi itu menjadi sinyal lemahnya semangat memperbaiki tata kelola transportasi public, dan dampaknya pada keselamatan transportasi itu sendiri.”

Ia menambahkan, adanya efek domino dari buruknya penataan transportasi, serta minimnya akses angkutan membawa dampak pada tingginya inflasi dan makin terabaikannya aspek keselamatan bertransportasi. Bahkan di Jateng membawa dampak sosial tingginya angka putus sekolah dan pernikahan dini./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Gerakan Ekonomi Rakyat Diyakini Bisa Melawan Dominasi Ekonomi Nasional

JAKARTA , Bisnistoday - Tidak ada cara lain yang tepat dan layak...

Menaker
Nasional

Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi

JAKARTA,Bisnistoday - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan komponen penting...

Tol Janger
Nasional

Jasa Marga Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Jalan Tol Jakarta-Tangerang

BANTEN, Bisnistoday - Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) terus melakukan berbagai...

Program MBG
Nasional

Polemik Suspend SPPG Rembang, Belum Penuhi IPAL Tak Kena Sanksi

JAKARTA, Bisnistoday- Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan...