www.bisnistoday.co.id
Rabu , 29 Juli 2026
Home GLOBAL Peneliti Ungkap Metode Pengobatan Gigi pada Neanderthal
GLOBAL

Peneliti Ungkap Metode Pengobatan Gigi pada Neanderthal

Bukti ini menunjukkan contoh ‘pengobatan rongga gigi’ paling awal yang diketahui dalam sejarah evolusi manusia.

Pemindaian CT pada gigi geraham Neanderthal (dok: Jurmal Plos One)
Pemindaian CT pada gigi geraham Neanderthal (dok: Jurmal Plos One)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Para peneliti menemukan gigi geraham bawah seorang Neanderthal dewasa di Gua Chagryskaya, di wilayah yang sekarang menjadi Rusia.

Menurut CNN lokasi temuan ini terletak di Pegunungan Altai Siberia barat daya, yang merupakan sebuah situs tempat populasi manusia purba ini hidup antara sekitar 49.000 dan 70.000 tahun yang lalu.

Gigi yang diberi nama Chagyrskaya 64 ini menonjol di antara sejumlah gigi lain yang ditemukan di gua tersebut karena mahkotanya memiliki lubang yang dalam dan tidak beraturan yang memanjang hingga ke ruang pulpa, atau rongga bagian dalam yang berisi saraf dan pembuluh darah.

Para ilmuwan semakin tertarik ketika mereka melihat goresan pada gigi di sekitar lubang yang menunjukkan adanya upaya intervensi menggunakan alat tertentu. Alat batu berujung runcing yang juga ditemukan di gua tersebut memberikan petunjuk tentang apa yang menyebabkan tanda-tanda tersebut.

Beberapa pemindaian gigi Neanderthal, serta eksperimen pembanding menggunakan alat pada gigi manusia modern, menunjukkan bahwa seseorang diduga telah berupaya ‘mengebor’ lubang tersebut. Bukti ini menunjukkan contoh ‘pengobatan rongga gigi’ paling awal yang diketahui dalam sejarah evolusi manusia, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada hari Rabu pekan lalu di jurnal PLOS One.

Bava juga: Pertumbuhan Bayi Neanderthal lebih Cepat dari Manusia

Menurut para peneliti perilaku seperti itu menunjukkan bahwa Neanderthal dapat mengidentifikasi infeksi dan membuat serta memilih alat dan teknik yang tepat untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya. Pola keausan pada gigi juga menunjukkan bahwa individu itu  mampu terus menggunakan giginya setelah prosedur tersebut.

“Yang membuat saya kagum adalah betapa intuitifnya orang yang memiliki gigi ini memahami persis dari mana rasa sakit itu berasal dan menyadari bahwa sumbernya dapat dihilangkan,” kata penulis utama studi, Alisa Zubova, peneliti senior di Museum Antropologi dan Etnografi Peter the Great di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia di St. Petersburg.

“Kami belum pernah menemukan hal seperti ini sebelumnya — baik di antara Neanderthal maupun di antara manusia modern dari periode yang jauh kemudian.”

Temuan ini menambah bukti yang semakin banyak bahwa Neanderthal, kerabat terdekat manusia yang telah punah, secara kognitif dan psikologis lebih mirip dengan manusia modern daripada yang diperkirakan sebelumnya. “Ini menunjukkan bahwa bagian emosional dan kesadaran pikiran Neanderthal beroperasi secara independen, sama seperti pada manusia modern,” kata Zubova.

Bukti intervensi medis

Primata non-manusia seperti simpanse telah menunjukkan kemampuan untuk mengobati diri sendiri atau orang lain dalam komunitas mereka dengan tanaman obat, perilaku yang menurut para ahli bersifat naluriah.

“Neanderthal tampaknya melakukan hal yang sama, membantu anggota spesies mereka yang mengalami cedera atau kehilangan pendengaran dengan berbagi makanan atau melindungi mereka sebagai bentuk perawatan sosial, “ kata penulis studi bersama Ksenia Kolobova, kepala Laboratorium Arkeologi Digital di Institut Arkeologi dan Etnografi Cabang Siberia Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia di Novosibirsk, Rusia.

Namun, para peneliti telah lama mencoba membedakan apakah manusia purba seperti Neanderthal mampu bertahan dan berkembang lebih jauh dengan menerapkan strategi medis tersebut.//

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mal di Kota Kashima yang rusak parah akibat gempa. (Dok: NHK)
GLOBAL

Sebuah Pusat Perbelanjaan di Jepang Rusak Parah akibat Gempa

JAKARTA, Bisnistoday – Gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi di selatan Jepang,...

Gempa 7,1 SR di Jepang selatan, Selasa (28/7/2026) (dok: NHK)
GLOBAL

Gempa Kuat 7,1 SR Guncang Jepang Selatan

JAKARTA, Bisnistoday - Gempa bumi yang sangat kuat mengguncang wilayah Kyushu, Jepang,...

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]
GLOBAL

Ribuan Orang Dievakuasi akibat Karhutla di Spanyol dan Prancis

JAKARTA, Bisnistoday - Lebih dari 267.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBAL

Konflik Saudi dan Houthi Berpotensi Ganggu Pasokan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi dan pejuang militan Houthi yang pro-Iran saling...