KAB. GARUT, Bisnis Today – Di balik kemudahan layanan keuangan yang dirasakan masyarakat hari ini, seiring menjamurnya agen BRILink, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat.Bagi Yudi Suryadi, agen BRILink di Cibatu, Kabupaten Garut, perjalanan membangun layanan tersebut justru dimulai dari kesalahan.Saat pertama kali menjalankan usaha, Yudi menghadapi berbagai kendala yang cukup berat. Kesalahan transaksi hingga risiko penipuan menjadi pengalaman awal yang harus ia hadapi sebelum benar-benar memahami sistem layanan keuangan digital.
“Dulu awal-awal sering salah transfer, salah ketik nominal, bahkan pernah tertipu. Tapi itu jadi pembelajaran,” ujar Yudi, Senin (18/5).Pengalaman tersebut tidak hanya menjadi pelajaran pribadi, tetapi juga membentuk cara Yudi melayani masyarakat. Ia menjadi lebih teliti, sekaligus aktif mengingatkan pelanggan agar lebih berhati-hati saat bertransaksi. “Sekarang lebih hati-hati, dan kita juga kasih tahu ke masyarakat supaya tidak salah lagi,” katanya.
Keputusan Yudi membuka layanan BRILink sendiri berawal dari tawaran pihak bank yang melihat potensi di wilayah tersebut. Ia kemudian melihat tingginya kebutuhan masyarakat sebagai peluang yang layak dijalankan.“Ada tawaran dari pihak BRI, terus saya lihat minat masyarakat juga banyak yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam waktu sekitar empat tahun, usaha tersebut berkembang seiring meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat.Warga tidak hanya datang untuk tarik tunai, tetapi juga untuk mengakses berbagai layanan keuangan, termasuk pencairan bantuan sosial.“Masyarakat sangat terbantu, apalagi untuk pencairan bantuan seperti PKH dan BPNT,” kata Yudi.
Namun, di balik peran tersebut, tantangan operasional tetap menjadi bagian dari keseharian. Salah satu yang paling terasa adalah pengelolaan uang kas, yang sepenuhnya bergantung pada modal pribadi.“Kalau libur panjang, uang kas bisa habis, sementara ambil ke bank juga susah,” ujarnya.
Situasi ini membuat Yudi harus mampu mengatur keuangan secara disiplin agar layanan tetap berjalan. Ia tidak hanya menjaga kelancaran transaksi, tetapi juga memastikan kepercayaan pelanggan tetap terjaga.Di sisi lain, usaha ini juga membawa dampak ekonomi bagi dirinya. Pendapatan tambahan dari setiap transaksi menjadi salah satu penopang keuangan keluarga.“Ada peningkatan penghasilan,” katanya.
Bagi Yudi, BRILink bukan sekadar usaha, melainkan proses belajar yang terus berjalan. Dari kesalahan di awal, ia membangun pengalaman yang kini menjadi fondasi dalam memberikan layanan yang lebih aman dan terpercaya.
Peran tersebut semakin terasa penting, terutama ketika masyarakat membutuhkan akses cepat di luar jam operasional bank. Dalam situasi seperti itu, agen BRILink menjadi solusi yang lebih dekat dan fleksibel. “Kalau malam butuh uang, ATM tidak ada, orang bisa ke BRILink,” ujarnya.
Ke depan, Yudi berharap layanan ini terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat. Ia ingin pengalamannya bisa menjadi dasar untuk memberikan layanan yang lebih baik sekaligus lebih aman.“Harapannya BRILink semakin maju dan bisa terus membantu masyarakat,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi keuangan, kisah Yudi menunjukkan bahwa kepercayaan tidak hadir secara instan. Ia dibangun dari proses, dari kesalahan yang diperbaiki, dan dari konsistensi dalam melayani masyarakat.//

