JAKARTA, Bisnistoday – Penembakan di Amerika Serikat kembali terjadi. Dilaporkan sedikitnya sembilan orang meninggal akibat i peristiwa berdarah tersebut.
Seperti dilansir dari VOA Indonesia, dikatakan pejabat penegak hukum di San Jose, California, AS peristiwa yang diterjadi di fasilitas pemeliharaan kereta itu telah memakan korban sedikitnya sembilan orang meninggal dan beberapa mengalami luka-luka.
Juru bicara Kantor Sheriff Santa Clara Russell Davis menjelaskan polisi telah menerima laporan adanya penembakan di dekat halaman pemeliharaan rel ringan Valley Transportation Authority (VTA) di San Jose sekitar pukul 6:30 pagi waktu setempat.
“Polisi telah melakukan penyelidik di tempat kejadian dan meminta orang-orang untuk menghindari daerah tersebut. Peristiwa ini telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka,” ujar Davis kepada media.
Davis enggan menyebutkan berapa rincian yang menjadi korban.
Ketua dewan VTA Glenn Hendricks dalam konferensi pers yang sama menyebut insiden itu sebagai “tragedi yang mengerikan,” dan menyampaikan duka cita kepada keluarga VTA. Walikota San Jose Sam Liccardo menyebutnya “momen yang sangat kelam”.
Selama jumpa pers Gedung Putih, Wakil juru bicara Pers Karine Jean Pierre mengatakan Gedung Putih memantau situasi dan menawarkan bantuan dengan cara apapun yang memungkinkan. Ia mengatakan Amerika “mengalami epidemi kekerasan senjata baik dalam penembakan massal maupun yang meninggal akibat kekerasan senjata setiap hari yang tidak menjadi berita utama nasional.”
San Jose adalah kota berpenduduk sekitar satu juta orang tepat di sebelah selatan daerah Teluk San Francisco. Kota ini dianggap sebagai jantung Silicon Valley, pusat inovasi teknologi global dan lokasi beberapa perusahaan teknologi terbesar di Amerika.






































