www.bisnistoday.co.id
Selasa , 9 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS Perang Tarif dan Ketidakpastian, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
HEADLINE NEWS

Perang Tarif dan Ketidakpastian, Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

World Bank
Gedung World Bank, Washintong./
Social Media

JAKARTA,  Bisnistoday – Bank Dunia menilai bahwa pengenaan tarif perdagangan yang tinggi dan ketidakpastian global yang meningkat menimbulkan hambatan pada semua lini perekonomian global. Bank Dunia pada Selasa (10/6) mengkoreksi proyeksi pertumbuhan menjadi 2,3% pada tahun 2025 atau lebih rendah sebelumnya 2,7%.

Berdasarkan laporan prospek ekonomi global, pertumbuhan pinjaman global diperkirakan juga mengalami penurunan hampir 70% pada semua lini perekonomian. INi terjadi termasuk di Amerika Serikat, Tionkok maupun negara di Eropa. Begitupun terjadi pada enam wilyaah pasar berkembang dari perhitungan enam bulan sejak Presiden Trump menjabat.

Seperti diketahui kebijakan Presiden Trump, telah memporakperandakan perdagangan global. Kebijakan Tump dengan menaikkan tarif reciprocal perdagangan memicu Tionkok juga merespon hal yang sama.

Koreksi proyeksi bank dunia ini, juga mendapat balasan dari keyaikan pemerintah Trump bahwa investasi di AS mengalami peningkatan. Kendati begitu, bank dunia masih merauh rasa optimis dengan tidak ada potensi resesi global.

Bank Dunia berpendapat pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan menjadi yang terlemah di luar resesi sejak 2008. Pada tahun 2027, pertumbuhan produk domestik bruto global diperkirakan hanya mencapai rata-rata 2,5%, laju paling lambat dalam dekade sejak 1960-an.

Perdagangan Global

Laporan tersebut memperkirakan bahwa perdagangan global akan tumbuh sebesar 1,8% pada tahun 2025, turun dari 3,4% pada tahun 2024 dan kira-kira sepertiga dari level 5,9% pada tahun 2000-an.

Perkiraan tersebut didasarkan pada tarif yang berlaku pada akhir Mei, termasuk tarif AS sebesar 10% untuk impor dari sebagian besar negara. Perkiraan tersebut tidak termasuk kenaikan yang diumumkan oleh Trump pada bulan April dan kemudian ditunda hingga 9 Juli untuk memungkinkan negosiasi.

Bank Dunia mengatakan inflasi global diperkirakan akan mencapai 2,9% pada tahun 2025, tetap di atas level sebelum COVID-19, mengingat kenaikan tarif dan pasar tenaga kerja yang ketat.”Risiko terhadap prospek global tetap condong ke arah yang merugikan,” tulisnya.

Peningkatan hambatan perdagangan seperti itu akan mengakibatkan “perdagangan global terhenti pada paruh kedua tahun ini disertai dengan runtuhnya kepercayaan secara luas, melonjaknya ketidakpastian dan kekacauan di pasar keuangan,” dalam laporan./reuters/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Tekanan Jual Asing Masih Kuat di Pasar Saham

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan jual (net sell) investor asing di pasar saham...

Menkeu Purbaya
HEADLINE NEWS

‎Kemenkeu dan BI Tingkatkan Sinergi Untuk Redam Gejolak Pasar

JAKARTA, Bisnistoday - Ditengah gempuran tekanan global dan domestic, Kementerian Keuangan dan...

Univ. Paramadina
HEADLINE NEWSHumaniora

LLDIKTI Wilayah III Usulkan Tata Ulang Waktu Penerimaan Mahasiswa

JAKARTA, Bisnistoday- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III terhadap Memperhatikan keberlangsungan...

Pasar Saham
BursaHEADLINE NEWS

Dibanding Pasar Emerging Market, Pasar Saham Indonesia Bergerak Anomali

JAKARTA, Bisnistoday - PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa pasar saham Indonesia...