BOJONEGORO, Bisnistoday– PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak perusahaan Pertamina Hulu Energi, tak hanya berperan dalam produksi minyak dan gas bumi. Perusahaan ini juga aktif menciptakan lapangan kerja melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang menyasar sektor UMKM, pertanian, peternakan, hingga pengelolaan lingkungan.
Tiga program utama yang kini berjalan meliputi UMKM Bolo JTB – Batik Sekar Rinambat di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, pengembangan Agrosilvopastura di Desa Ngasem, serta pengelolaan limbah domestik terintegrasi bertajuk Si Imut My Darling di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.
Salah satu kisah sukses datang dari UMKM Batik Sekar Rinambat. Tri Astutik, ketua kelompok batik tersebut, mengaku awalnya memulai usaha dari nol pada 2016.
“Saya belajar membatik dari dasar bersama pendamping PEPC. Pelan-pelan saya bisa menguasai teknik, lalu membentuk kelompok batik sendiri,” ujarnya, Jumat (19/9).
Kini, Batik Sekar Rinambat yang dipimpinnya mampu memproduksi hingga 100 lembar batik per hari, meningkat pesat dibanding awal yang hanya 10 lembar. Batiknya pun telah dikenal luas dengan beragam motif, termasuk motif Tengul yang laris hingga ribuan potong per bulan.
“Melalui batik ini, saya ingin membuka lapangan kerja untuk perempuan di desa. Alhamdulillah, omzet kelompok kami bisa mencapai ratusan juta rupiah dan sudah merambah pasar luar kota,” tambah Tri Astutik.
Pihak PEPC menyebut, dukungan terhadap UMKM dilakukan tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga akses ke pameran, pemasaran, hingga manajemen usaha. “Keberhasilan Batik Sekar Rinambat menjadi bukti nyata komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat sekitar operasi,” kata perwakilan PEPC Zona 12.
Selain batik, program Agrosilvopastura dan pengelolaan limbah domestik juga terus dikembangkan untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan serta meningkatkan perekonomian warga.
Dengan langkah ini, PEPC berharap program PPM dapat menjadi inspirasi sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat Bojonegoro.//




