www.bisnistoday.co.id
Rabu , 29 April 2026
Home EKONOMI Pertamina Mesti Bangkit Dimasa Krisis
EKONOMIEnergi

Pertamina Mesti Bangkit Dimasa Krisis

Gedung Pertamina
GEDUNG PERTAMINA : PT Pertamina (Persero) di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Krisis ekonomi global merupakan tantangan berat bagi PT Pertamina (Persero) untuk terus mempertahankan kinerja positif perseroan. Hal ini, diperkirakan menjadi bagian terpenting dalam penyampaian Agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Bagaimana Pertamina mencapai semua itu. Bangkit di tengah kondisi sulit dan penuh ketidakpastian. Direksi harus menjelaskan hal tersebut pada RUPS. Termasuk, bagaimana akhirnya mereka berkontribusi sangat luar biasa kepada negara,” kata Pengamat Ekonomi dan Bisnis, Izaac Tony Matitaputy di Jakarta, Minggu (4/6).

Tony menjelaskan, jajaran direksi harus mampu menjelaskan, bagaimana perusahaan plat merah tersebut sampai akhirnya meraih laba tertinggi dalam sejarah dan berkontribusi besar kepada negara.

Meski ekonomi cenderung membaik, lanjut Tony, sepanjang 2022 sebenarnya masih diliputi ketidakpastian, di antaranya, terkait kondisi geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina serta harga minyak dunia yang melambung tinggi.

Tony menjelaskan, dengan demikian, faktor-faktor pendorong BUMN tersebut bisa mengatasi situasi sulit yang harus dijelaskan sampai akhirnya bisa meraih kinerja sangat positif.

Menurutnya, di antara berbagai faktor tersebut, digitalisasi Pertamina berpengaruh sangat signifikan, karena mampu meningkatkan efisiensi perusahaan di berbagai lini bisnis.

“Dengan digitalisasi, kualitas semakin terkontrol, distribusi terkontrol. Yang berkualitas buruk dan tidak efektif pun akan terpantau sehingga bisa segera dibuang. Dengan demikian efisiensi semakin meningkat dan mengatrol pula laba perusahaan,” ujar Izaac Tony.

Bisnis Dengan Mitra

Namun, lanjut Tony, beberapa faktor lain bisa jadi juga berpengaruh terhadap kinerja Pertamina termasuk perubahan regulasi dengan para mitra di luar negeri sehingga berpengaruh pula terhadap pendapatan di setiap transaksi.

Kinerja Pertamina sepanjang 2022, menurut dia sangat positif, didukung efisiensi yang terus meningkat, BUMN energi tersebut meraih laba Rp56 triliun, yang merupakan terbesar sepanjang sejarah.

Selain itu pada tahun lalu Pertamina juga mampu membayar pajak Rp219,06 triliun atau meningkat 88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Apresiasi memang harus diberikan kepada Pak Menteri Erick Thohir dan juga Pertamina. Karena semakin besar keuntungan, semakin besar juga kontribusi kepada negara,” ujar Izaac./Ant/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

EKONOMIJakarta Region

Kecelakaan Kereta KRL dan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur

JAKARTA, Bisnistoday- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Regulasi Respon Tingginya Biaya Platform Belanja Online

JAKARTA, Bisnis today — Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti tingginya beban biaya...

Founder dan Direktur Utama PT JSI Sinergi Mas, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj,
Energi

Langkah Strategis Leyand International Masuk ke Industri Unsur Tanah Jarang demi Masa Depan Energi


JAKARTA, Bisnistoday,- PT Leyand International Tbk (LAPD) kini tengah bersiap mengambil langkah...

EKONOMI

Menteri UMKM Rombak Jajaran Eselon I, Riza Damanik Menjadi Deputi Kewirausahaan

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri UMKM Maman Abdurrahman, merombak jajaran pejabat pimpinan tinggi...