www.bisnistoday.co.id
Jumat , 24 April 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Pertemuan ASEAN JSC EEE ke-37 Bahas Produk Kelistrikan dan Elektronika
Ekonomi & Bisnis

Pertemuan ASEAN JSC EEE ke-37 Bahas Produk Kelistrikan dan Elektronika

Pertemuan Dagang
KEGIATAN Joint Sectoral Committee for Electrical and Electronic Equipment ke-37 di Bogor/
Social Media

BOGOR, Bisnistoday  – Pemerintah mendorong pelaku usaha ekspor dan Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) termasuk untuk produk kelistrikan dan elektronika agar segala kebutuhan dapat diakomodasi dengan cepat dan tepat sasaran.

Hal ini diungkapkan Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Matheus Hendro Purnomo pada pertemuan dengan delegasi Indonesia dalam kegiatan Joint Sectoral Committee for Electrical and Electronic Equipment (JSC EEE) ke-37 di Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/3).

“Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus mendukung pelaku usaha ekspor dan LPK termasuk untuk produk kelistrikan dan elektronika. Kementerian Perdagangan akan memastikan seluruh kepentingan nasional dapat diakomodasi dalam forum ini melalui pelibatan kementerian/lembaga, LPK, dan pelaku usaha dalam setiap penyusunan posisi,” terang Hendro.

Dalam pertemuan JSC EEE kali ini, Kementerian Perdagangan mengawal kepentingan nasional dalam pembahasan mengenai keberterimaan produk kelistrikan dan elektronika di ASEAN melalui perjanjian ASEAN Sectoral Mutual Recognition Arrangement for Electrical and Electronic Equipment (ASEAN EE MRA) dan ASEAN Harmonized Electrical and Electronic Equipment Regulatory Regime (AHEEERR).

Hendro menekankan pentingnya untuk seluruh pemangku kepentingan dan pihak terkait memanfaatkan peluang yang tercipta dari perjanjian tersebut.

“Perjanjian ini berdampak pada turunnya biaya karena penghapusan pengujian ulang di negara tujuan ekspor, penurunan risiko ekspor ulang, pemusnahan produk sebagai akibat ketidaksesuaian mutu produk, serta meningkatnya kepercayaan terhadap mutu produk kelistrikan dan elektronika. Hasil penilaian kesesuaian LPK dalam negeri merupakan peluang yang harus ditangkap para pelaku usaha dan LPK nasional,” urai Hendro.

JSC EEE merupakan salah satu product working group di bawah ASEAN Consultative Committee on Standards and Quality (ACCSQ) yang diberikan mandat untuk mengawasi dan memastikan implementasi AASEAN EE MRA dan AHEEERR sebagai aturan dasar untuk pasar tunggal produk peralatan kelistrikan dan elektronika di ASEAN dapat berjalan dengan baik.

Pertemuan JSC EEE ke-37 dilaksanakan secara hibrida pada 5—6 Maret 2024 dan dihadiri oleh sepuluh negara ASEAN dan Sekretariat ASEAN. Pada pertemuan ini, Indonesia memimpin pertemuan selaku chairman. Turut hadir sebagai delegasi Indonesia perwakilan dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, dan Asosiasi Lembaga Sertifikasi Indonesia (ALSI).

Beberapa isu yang dibahas di antaranya mengenai pembaruan edisi standar yang diharmonisasi di ASEAN dan rencana kerja sama dengan mitra untuk peningkatan kompetensi regulator dan LPK produk kelistrikan dan elektronika. Pada 2024, pertemuan JSC EEE akan dilaksanakan dua kali yang selanjutnya akan dilaksanakan pada September 2024 secara luring di Thailand./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Siapkan Pembiayaan PLTS untuk Percepat Elektrifikasi Desa

JAKARTA, Bisnistoday – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya untuk...

Meta bakal Pangkas Ribuan Karyawan (unsplash/julio-lopez)
EKONOMIEkonomi & BisnisOtomotif & Tekno

Meta dan Microsoft bakal Pangkas Ribuan Karyawan

JAKARTA, Bisnistoday - Perusahaan teknologi raksasa, Meta dan Microsoft bakal memangkas jumlah...

Ekonomi & Bisnis

Elektrifikasi Kendaraan dan Cukai Emisi Dinilai Jadi Solusi Tekan Beban Fiskal

JAKARTA, Bisnistoday - INDEF melalui inisiatif Green Transition Initiative (GTI) menilai percepatan elektrifikasi...

Gedung Ditjen Pajak
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Wacana Windfall Tax Menguat, Akademisi Soroti Keadilan dan Stabilitas Fiskal

JAKARTA, Bisnistoday - Wacana penerapan windfall tax atau pajak atas keuntungan luar biasa kembali...