JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah diminta untuk menindak tegas para pelaku Mega Korupsi di Pertamina Group untuk diterapkan hukuman mati. Korupsi subsidi energi melalui tindakan melawan hukum dengan pengoplosan dan serangkaian tindakan melawan hukum lainnya telah menguras anggaran negara serta merugikan dan menyengsarakan rakyat.
Indonesia Accountability Watch (IAW) melalui perwakilannya yakni Hasan Basri dan Alex Adam Putra telah melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai dukungannya terhadap pemeritahan Prabowo untuk berani menerapkan hukuman mati bagi Mega koruptor.
“Korupsi tidak pernah berakhir di negeri ini. Rakyat Indonesia selalu dirundung masalah, jangan sampai lepas dari Mulut Harimau masuk ke Mulut Buaya,” melalui keteragan persnya di Jakarta, Rabu (5/3).
IAW mengharapkan sikap Presiden Prabowo untuk dapat menontoh Zhu Rongji seorang neragawan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang juga menjabat Ketua Partai. Ketegasan Zhu Rongji memberatas korupsi di negaranya dengen menerapkan Hukuman Mati telah membuahkan hasil.
“Dengan tidakan tegas, sekarang kebijakan membersihkan korupsi di negeri sehingga reformasi ekonomi dapat berjalan dengan lancar dan menjadikan fondasi bagi Tiongkok menjadi kekuatan ekonomi global.”
IAW juga meminta kepada Ketua KPK untuk usut dan tangkap para pelaku yang diduga melakukan kejahatan dalam perbuatan melawan hukum dalam bentuk pengoplosan BBM. Kedua, usut dan tangkap para otak intelektual berada di belakang mega korupsi pengoplosan BBM.
Selain itu, ketiga, IAW juga meminta KPK membuka dan mengusut tuntas kasus ini dan dipublikasikan secara luas dan transparan ke masyarakat. IAW meminta kepada KPK agar kasus ini menjadi momentum untuk diberlakukan Hukuman Mati bagi para pelaku Mega Korupsi./









































