www.bisnistoday.co.id
Kamis , 22 Oktober 2026
Home GLOBAL Presiden Ukraina Cenderung Menikmati Perang
GLOBALKawasan Global

Presiden Ukraina Cenderung Menikmati Perang

GELORA TALKS : Connie Rahakundini, Pengamat Militer Dan Pertahanan saat Acara Gelora Talks : Babak Baru Perang Rusia-Ukraina dan Apa Dampaknya bagi Dunia? di Jakarta, Rabu (9/11).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Ukraina cenderung menikmati perang berkepanjangan karena dianggap mendatangkan sponsorship untuk Ukraina. Sejatinya, perang Rusia dan Ukraina dapat berjalan cepat apabila tidak didukung dengan Amerika Serikat dan sekutunya. 

“Persoalannya tidak semudah itu, saya ingin melihat betul, Ukraina dan Rusia. Perang tak fair, saya belum pernah melihat Ukraina melihat enjoy dengan kondisinya, terus bersponsor untuk terima bantuan. Ini bukan merupakan perang sesungguhnya, Presiden Zelenky benar-benar menikmati itu,” ungkap Connie Rahakundini, Pengamat Militer Dan Pertahanan saat Acara Gelora Talks : Babak Baru Perang Rusia-Ukraina dan Apa Dampaknya bagi Dunia?  di Jakarta, Rabu (9/11). 

Hanya saja, Connie Rahakundini menuturkan, Forum KTT G-20 bukan merupakan agenda utama dalam perdamaian. Karena, tugas perdamaian dunia berada di pundak PBB (UN). Walau dunia diliputi ketidakpastian, diharapkan para pemimpin dunia dapat hadir dalam pertemuan. 

“Kapan perang ini dapat disetop sangat tergantung mereka mau mengakhirinya. Yang jelas, founding father Indonesia, jauh mempunya metalitas yang kuat bukan malah meminta dukungan dari sekutu lainnya,” cetusnya. 

Sebenarnya, menurut Conny, perang sesungguhnya adalah perang space weapon yang sekarang sudah terjadi dan pengaruhnya sangat besar, hampir 90% kehancuran dunia. Bahkan, perang nuklir menurut perhitungan akan berdampak sekitar 75% saja lebih rendah perang space. 

“Kenapa sibuk mengurus perang nuklir, perang lebih berbahaya itu sedang terjadi. Dan Indonesia tidak harus memikirkan dampaknya, tetapi malah bagaimana bisa membuat dampak terhadap global,”ujar Conny.  

Perbankan Lumpuh

Menurutnya, Indonesia harus memikirkan bagaimana juga kalau terjadi perang siber tersebut, seperti yang dilakukan di Rusia. Semua perbankan aksesnya dimatikan dan semua jaringan tidak bisa aktif. “Rusia memang keunggulan di kemandirian sebuah negara, serangan siber tersebut dapat ditangkis. Kalau tidak selalu dikerjain terus,” ujarnya. 

Menurut Conny, sekarang ini dapat dirasakan yang tidak terasa adalah perang informasi. Secara kultural perang informasi ini lebih merusak dari nuklir. “Mengapa seolah Rusia sebagai pihak yang dipersalahkan secara luas? sedangkan Ukraina juga malah menikmati,” tuturnya. 

Kedua Negara Berkonflik Merasa Benar

Nanto Sriyanto, Peneliti Senior Pusat Strategis, Badan Riset Dan Inovasi Nasional – BRIN mengatakan, era sekarang masih saja perang senjata sebagai solusi mengatasi konflik. Rusia menganggap persoalan wilayah diselesaikan melalui pengerahan sejata. 

Ukraina juga dalam kehidupannya tidak terlepas bayang-bayang Rusia, serta mulai condong ke AS dan kelompoknya. Rusia sendiri sebagai negara pengaruhnya turun sejak Borid Yelsin, sekarang butuh pengakuan kebesarannya. 

Sementara, dari sisi Ukraina invasi militer ke wilayahnya sebagai aneksasi. Hanya saja, Ukraina sebagai nagara kecil sehingga perlu membuka diri untuk menerima bantuan berbagai pihak terutama dari sekutu AS. 

Dampaknya perang ini tidak hanya kedua negara, tetapi juga terhadap kebutuhan pangan dan energi, terutama negara-negara yang rentan. Dengan begitu, persoalan perang menjadi lebih meluas ke ekonomi dunia dan kawasan./ 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pranis rusuh
Kawasan Global

Melonjaknya Biaya Hidup, Picu Unjuk Rasa Besar-besaran di Eropa

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Unjuk rasa para pelajar di Prancis yang telah berlangsung...

Petugas kepolisian berjaga saat api berkobar di Paris pada Minggu malam. Foto: Abdul Saboor/Reuters
GLOBAL

Macron Kecam Aksi Kerusuhan, Mendagri Prancis Dituntut Mundur

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Bentrokan yang berujung kericuhan dan penjarahan mewarnai aksi unjuk...

Pranis rusuh
Kawasan Global

Pascademo, Aktivitas Kota Paris Terganggu, KBRI Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kondisi Kota Paris, Prancis, menjadi perhatian setelah gelombang demonstrasi besar...

Para ilmuwan mendeteksi semburan tersebut menggunakan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan dan kemudian mengidentifikasi galaksi induknya menggunakan teleskop antariksa James Webb milik NASA. Foto: Brendon Wainwright/Wikipedia.
GLOBALHumaniora

Ilmuwan Deteksi Semburan Energi dari Galaksi yang Sangat Jauh

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Dahulu kala di galaksi yang sangat jauh, sebuah kilatan...