www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 8 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS Program Desa BISA Ekspor Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia
HEADLINE NEWS

Program Desa BISA Ekspor Siap Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia

Mendag RI
MENDAG RI, Budi Samtoso./
Social Media

BALI, Bisnistoday – Pemerintah meluncurkan Program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor di Kabupaten Jembrana, Bali. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, inisiatif ini akan menjadikan desa sebagai motor penggerak ekspor nasional melalui penguatan produk unggulan lokal.

“Keberhasilan ekspor tidak bisa dicapai sendirian, melainkan melalui kerja sama erat pemerintah, swasta, koperasi, dan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjadikan desa sebagai motor penggerak ekspor Indonesia,” ujar Mendag Budi Santoso saat peresmian, Selasa (9/9)

Program Desa BISA Ekspor merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pertanian, LPEI/Indonesia Eximbank, Astra, serta berbagai mitra strategis lainnya. Program ini menyinergikan sejumlah inisiatif yang sudah berjalan sebelumnya, termasuk UMKM BISA Ekspor, Desa Ekspor, Desa Organik, Desa Devisa, hingga Desa Sejahtera Astra.

Pemetaan 2.357 Desa

Hingga September 2025, tercatat 2.357 desa telah dipetakan. Dari jumlah tersebut, 741 desa masuk Klaster 1 (siap ekspor) dan 1.616 desa masuk Klaster 2 (perlu pendampingan).

“Kemendag bersama mitra telah memetakan desa-desa tersebut. Semua akan difasilitasi dengan pelatihan, klinik bisnis, hingga dukungan agregator dari BUMN dan sektor swasta,” tambah Mendag.

Fasilitasi dan Promosi Global

Untuk desa yang sudah siap ekspor, pemerintah melakukan berbagai langkah, seperti:

  • Integrasi data 15 eksportir desa ke platform INAEXPORT.
  • Business pitching antara 31 eksportir dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri.
  • Business matching dengan buyer asal India dan Australia.

Sementara desa yang belum siap akan mendapat pendampingan berupa peningkatan kualitas produk, penguatan SDM, hingga dukungan pembiayaan.

Dukungan Infrastruktur Digital

Peluncuran Logo Desa BISA Ekspor dan Dashboard Desa BISA Ekspor menjadi simbol penting. Logo tersebut menggambarkan desa sebagai benih dengan daya tumbuh besar, sementara dashboard menyediakan data komoditas desa yang akurat, transparan, dan terintegrasi secara nasional.

Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria menekankan pentingnya BUM Desa dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam menopang ekonomi.

“Saat ini ada lebih dari 55.941 BUM Desa aktif dan 80.000 KDMP yang mengelola berbagai unit usaha. Jika dikelola dengan baik, keduanya akan menjadi motor pertumbuhan nasional yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Program Desa BISA Ekspor diharapkan menjadi lokomotif ekspor Indonesia dengan menjadikan desa bukan hanya pusat produksi, tetapi juga pintu masuk ke pasar global.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pasar Saham
HEADLINE NEWS

Tekanan Global dan Domestik Belum Mereda, Ekonom Menyakini Fundamental Ekonomi Indonesia Relatif Kuat

JAKARTA, Bisnistoday – Ekonom meyakini kondisi fundamental perekonomian Indonesia relative kuat, ditengah...

Tol Prosiwangi
HEADLINE NEWS

Tol Probolinggo Situbondo Banyuwangi Hampir Rampung, Perluas Konektivitas Wilayah Timur Pulau Jawa

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Pertumbuhan Ekonomi Membanggakan, Namun Investor Masih Selektif Pembelian Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Sebesar 5,29%

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama periode Kuartal II-2026,...