JAMBI, Bisnistoday – Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo merayakan capaian satu abad kebun teh legendaris Kayu Aro. Kebun yang telah berdiri sejak 1925, siap melakukan rebranding dan penguatan standar mutu menuju persaingan global.
Puncak peringatan satu abad Kebun Teh Kayu Aro digelar pada 30 Desember 2025 di tengah bentang hijau lereng Gunung Kerinci. Acara bertajuk ”Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta Cerita” itu dihadiri jajaran manajemen, Bupati Kerinci Monadi dan pejabat pemerintah Kerinci.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan, Kayu Aro adalah lebih dari sekadar aset bisnis. Kebun teh yang berada di ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut itu merupakan bagian dari sejarah panjang industri perkebunan nasional.
“Selama 100 tahun, Kayu Aro telah menjadi saksi perjalanan industri teh dari masa ke masa. Hari ini, kebun ini dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, dan itu adalah kebanggaan tersendiri,” kata Jatmiko.
Menurut dia, tantangan ke depan bukan hanya menjaga keberlanjutan produksi, tetapi juga memastikan kualitas Teh Kayu Aro mampu bersaing di pasar global, tanpa kehilangan pijakan kuat di pasar domestik. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat di sekitar perkebunan yang bekerja dan hidup bersama.
Momentum satu abad PalmCo memperkenalkan peluncuran kemasan baru teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Rebranding ini dirancang untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan selera konsumen masa kini, sambil tetap menonjolkan karakter historis yang melekat sejak lama.
“Transformasi kami lakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, tetapi nilai historis dan keunikan Kayu Aro tetap dijaga,” kata Direktur Strategi dan Sustainability, Ugun Untaryo.
Secara bisnis, kinerja ritel Teh Kayu Aro menunjukkan tren positif. Sejak tahun 2008, sekitar 4,5 persen dari total produksi teh PTPN IV disuply oleh kebun teh Kayu Aro.
Bahkan teh yang d ikenal amat disukai oleh keluarga kerajaan Belanda, termasuk RatuWilhelmina, Ratu Juliana, dan Ratu Beatrix, bahkan Ratu Inggris, karena aroma kuat dan rasanya yang premium tersebut juga didistribusikan hingga ke manca negara.
Lebih jauh, saat ini PalmCo juga mengintegrasikan aspek produksi dengan pelestarian lingkungan dan edukasi sejarah. Kebun Teh Kayu Aro diposisikan sebagai ekosistem berkelanjutan yang memadukan komoditas perkebunan, nilai konservasi, dan potensi agrowisata.
Bupati Kerinci Monadi menyebut keberadaan kebun teh ini tak terpisahkan dari denyut ekonomi dan pariwisata setempat.
“Untuk itu kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PTPN IV PalmCo terus diperkuat, agar kejayaan Kayu Aro sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


