JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian PUPR sebagai tuan rumah water forum 2024 mendorong inisiatif terbentuknya Global Water Fund. Pendanaan khususnya untuk bidang sumber daya air ini untuk mengatasi kesenjangan atau gap yang selama ini menjadi kendala bersama baik regional maupun dunia.
“Ada financial gap baik nasional maupun global dalam penyediaan air dan ini harus diperkecil memalui global water fund. Penyediaan pendanaan tidak hanya untuk air saja termasuk mengatasi banjir yakni global fund ini,” ungkap Staff Khusus Menteri PUPR bidang Sumber Daya Air, Firdaus Ali, saat kegiatan Workshop keempat atau terakhir diselenggarakan di Jakarta, Senin (5/2).
Menurut Firdaus Ali, inisiatif ini harus didorong untuk menyelesaikan isu persoalan air, terkait air bersih, suplai air perpipaan dan sebagainya. “Suplai air perpipaan masih dibawah 21 % dalam sembilan tahun terakhir.”
Firdaus Ali mengatakan, sekarang suplai air bersih sudah jauh lebih baik dibanding dengan cakupan layanan perpipaan yang masih kurang. “Jadi ini butuh komitmen global.” Pertumbuhan Uusaha mikro akan sulit terjaga apabila penyediaan air masih terkendala.
Dirjen Pembiyaan Infrastruktur PU dan Perumahan, Herry TZ mengutarakan, intinya platformnya sudah terbentuk. Untuk selanjutnya ada bagaimana menyiapkan proyek yang didanainya. “Perlu diketahui yang namanya pendaanaan fund, prinsipnya harus kembali.”
Herry mengatakan, pengelolaan global water fund ini dikelola oleh badan usaha. Beberapa proyek yang akan disiapkan, tahun ini seperti KPBU air yang sudah disiapkan.”Seperti irigasi Komerin, Irigasi di Lombok, bendungan Merangin, dan Bendungan Bodri, sedang dipersiapkan mudah-mudahan segera selesai.”//







































