www.bisnistoday.co.id
Kamis , 5 November 2026
Home EKONOMI RI-Australia Kerja Sama di Bidang Pertanian
EKONOMI

RI-Australia Kerja Sama di Bidang Pertanian

KERJA SAMA: Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Pertanian dan Air Wilayah Australia Utara, David Littleproud saat melakukan MoU di bidan pertanian di Jakarta, Kamis (27/1)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Menteri Pertanian dan Air Wilayah Australia Utara, David Littleproud berkomitment menjalin kerja sama ekonomi komprehensif  bidang pertanian, terutama penguatan subsektor peternakan dan produk hewani.

“Selama ini perdagangan pertanian cukup berjalan dengan baik antara Australia dan Indonesia. Jadi MoU yang di tandatangani ini adalah komitmen kita untuk kemajuan bersama kedua negara,” kata Mentan SYL usai menerima secara resmi  Menteri Pertanian dan Air Wilayah Australia Utara David Littleproud di Jakarta, Kamis (27/1).

SYL menjelaskan, kerja sama ini meliputi tiga hal penting, dimana Indonesia sebagai negara agraris terbesar di dunia memiliki kualitas produksi pertanian yang sangat baik jika dibandingkan negara lain.

Adapun untuk komitmen pertama, kata SYL ialah melakukan dialog tentang ketersediaan dan stabilisasi masalah importasi dan ketersediaan daging yang ada di Indonesia dengan supply daging yang mungkin dibutuhkan dari Australi.

“Kenapa demikian, karena selama ini Australia memeliki akses yang sangat kuat untuk memasukan daging. Oleh karena itu, kita mau ada ketersediaan yang pasti walaupun tentu budaya yang ada dan peternakan yang ada di Australia akan sangat berbeda dengan budaya yang ada di Indonesia,” katanya.

Kedua, Mentan membicaraan investasi pertanian kedua negara yang bisa diakses seluruh dunia. Disisi lain SYL juga membicaraan kemungkinan dilakukannya ekspor beras dari Indonesia ke Australia.

“Ketiga, saya cukup berbahagia hari ini karena Menteri Pertanian Australia menawarkan agar petani muda milenial kita yang sudah di didik itu bisa bekerja atau magang di Australia. Itulah tiga poin penting yang akan jadi komitmen kita,” katanya.

Sementara David Littleproud menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat Mentan SYL dan jajaran Kementan dalam pertemuan ini. Baginya, Australia adalah negara yang membutuhkan produksi pertanian Indonesia.

“Begitu juga sebaliknya, kami dan Indonesia adalah dua negara yang saling membutuhkan. Hari ini kami berbicara tentang beberapa tantangan pasokan disaat pandemi. Kami ingin agar situasi ini mendapat penyelesainya,” katanya.

Littleproud menambahkan, Australia baru saja melewati musim hujan yang membuat setengah juta ternak mereka mati diterjang badai dan banjir yang menerjang dalam waktu yang sangat singkat. “Sehingga pasokan kami turun dan bersampak pada kelompok tani yang kehilangan penghasilan. Itulah pentingnya kerjasama antara kita,” tutupnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar 8 Persen Resmi Berlaku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar Turun Jadi 8 Persen Pertengahan November, Pemerintah Anggarkan Subsidi Rp2,6 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan penurunan suku bunga Kredit...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Garap Bisnis Minyak Jelantah, Pasok ke Pertamina

BANYUMAS, Bisnistoday.co.id — Empat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  KDKMP di Banyumas,...