www.bisnistoday.co.id
Minggu , 28 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Sejumlah Sentimen Negatif Pengaruhi Perdagangan Saham, IHSG Terkoreksi
BURSA & KORPORASI

Sejumlah Sentimen Negatif Pengaruhi Perdagangan Saham, IHSG Terkoreksi

Sejumlah sentimen negatif mempengaruhi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Senin (19/4). IHSG ditutup terkoreksi 33,72 poin ke posisi 6.052,54
Social Media

JAKARTA, Binistoday- Sejumlah sentimen negatif mempengaruhi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 33,72 poin ke posisi 6.052,54, sementara indeks LQ-45 melemah 4,52 poin ke posisi 903,15.

Analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji mengatakan, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini, Senin (19/4) dipengaruhi sejumlah kasus Covid-19 secara global, ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia. Selain itu dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu reshuffle kabinet dan Rapat Dewan Gunernur Bank Indonesia.

Pada perdagangan Senin (19/4), lima sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,99 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor properti & real estat masing-masing 0,59 persen dan 0,56 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam yaitu minus 2,23 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang konsumen non primer masing-masing minus 1,31 persen dan minus 0,72 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” sebesar Rp34,81 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 995.792 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,52 miliar lembar saham senilai Rp9,31 triliun. Sebanyak 209 saham naik, 271 saham menurun, dan 169 saham tidak bergerak nilainya.

Rupiah Menguat

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 17 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.548 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.565 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin, mengatakan, penguatan rupiah terjadi seiring penurunan indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS.

“Indeks dolar dan yield US treasury (obligasi AS) turun setelah Federal Reserve (Fed) menegaskan kembali pandangannya bahwa setiap lonjakan inflasi kemungkinan bersifat sementara,” ujar Ibrahim./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...