JAKARTA, Bisnistoday – Penerapan prinsip green building tidak hanya melibatkan desain dan material bangunan yang ramah lingkungan tetapi juga mencakup keseluruhan siklus hidup produk bahan bangunan dari hulu ke hilir. Terkait hal ini, Semen Merah Putih berperan aktif dalam mendukung konsep green building melalui inovasi material yang ramah lingkungan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Syarif Hidayat, Head of Technical Marketing Semen Merah Putih di Tangerang Selatan, Rabu (18/9) saat diskusi bertajuk “Healthy Living with Green Architecture.”
Syarif mengungkapkan bahwa Semen Watershield, merupakan semen dengan teknologi water repellent yang dirancang untuk mengurangi kebutuhan material tambahan seperti bahan anti rembes. Teknologi ini memungkinkan bangunan bebas dari masalah kelembaban dan rembesan air, sehingga tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga mempercepat proses konstruksi.
“Watershield adalah contoh nyata bagaimana kita berkontribusi pada keberlanjutan secara aktif. Dengan teknologi water repellent, semen ini tidak memerlukan material tambahan anti rembes, yang secara langsung menghemat waktu dan biaya dalam proses aplikasinya. Ini merupakan langkah besar dalam mendukung efisiensi konstruksi yang lebih berkelanjutan” terang syarif
Melalui kolaborasi Semen Merah Putih dan Atelier Riri, lanjut Syarif, berharap dapat memperkuat komitmen mereka terhadap arsitektur hijau di Indonesia. Ia mencontohkan, proyek Kiri’s House 2.2 dapat menjadi model bagaimana integrasi antara inovasi material bangunan dan desain arsitektur hijau dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Sebagai bentuk dukungan kami terhadap prinsip bangunan dan arsitektur hijau, Semen Merah Putih Watershield tidak hanya memberikan solusi dalam hal performa, tetapi juga dalam hal jejak karbon. Sebagai semen PCC, produk ini memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan semen OPC, menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan.” urai Syarif./



