SAMARINDA, Bisnistoday- Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) berpandangan bahwa gagasan Soemitro Djojohadikoesoemo masih relavan menjadi acuan ditengah situasi kurang menguntungkan yakni rivalitas ekonomi AS-China. Hal ini mengemuka saat kegiatan ISEI Panel Discusssion “Soemitronomics: Gagasan, Langkah, dan Pengaruh Ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo” di Samarinda, baru-baru ini
Pada kesempatan ini, Prof. Ari Kuncoro PhD, mengutarakan pentingnya konsep trilogi pembangunan dalam serta aplikasi dari nasionalisme, sosialisme, dan pragmatisme di Tengah rivalitas global yang semakin tajam.
Ari Kuncoro juga menekankan pentingnya sentralisme Indonesia dalam memandang rivalitas AS-Tiongkok dengan menerapkan langkah-langkah preventif dan penuh kehati-hatian sesuai dengan pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo sebagai fondasi ekonomi bangsa.
Sementara, Prof. Ahmad Erani Yustika, PhD berpandangan, bahwa Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo menyampaikan fondasi fundamental strategi pertumbuhan ekonomi bangsa. Pertama, gerakan ekonomi benteng dimana memberikan keistimewaan pada importir lokal dan memberikan kredit usaha rakyat kepada usaha kecil dan menengah (UKM).
Kedua, lanjutnya, Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo juga menekankan pada pentingnya efisiensi dalam birokrasi dengan regulasi yang efisien karena “high cost economy” hanya akan memberatkan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, pentingnya riset dan inovasi dalam pertumbuhan serta pembangunan ekonomi serta integrasinya dalam mendukung industri dalam negeri.
Kegiatan ISEI Panel Discusssion digelar ISEI bersama dengan BPS RI, KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, ISEI Cabang Samarinda, dan BPD Kaltimtara. Diskusi Panel ini dibuka oleh Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M,Si. Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulawarman.
Dr. Solikin M. Juhro memberikan Keynote Speech yang menekankan pemikiran Prof. Soemitro menjadi sangat relevan, karena pada kondisi ini global fragmented terjadi dari awalnya Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) menjadi Turbulence, Uncertainty, Novelty, dan Ambiguity (TUNA).
Sedangkan Budi Widihartanto, Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Timur juga memberikan Opening Speech yang dilanjutkan dengan pemberian apresiasi dari ISEI Cabang Samarinda kepada BI Provinsi Kalimantan Timur atas kontribusinya mendukung applied research yang berkontribusi pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
ISEI sebagai organisasi profesi ekonomi tertua yang didirikan oleh Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo akan berperan sebagai mitra Pemerintah untuk menghadirkan kembali gagasan, langkah, dan pengaruh ekonomi yang disampaikan oleh Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo (Soemitronomics)./


