www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Maret 2024
Home EKONOMI Suku Bunga Acuan 3,5 Persen Diprediksi Akan Jadi yang Terakhir Pada 2021
EKONOMI

Suku Bunga Acuan 3,5 Persen Diprediksi Akan Jadi yang Terakhir Pada 2021

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Penurunan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen oleh Bank Indonesia diprediksi bakal menjadi yang terakhir pada 2021.

“Kami pikir ini akan menjadi penurunan suku bunga terakhir dalam siklus pelonggaran saat ini menyusul penurunan suku bunga kumulatif 250 bps dalam 20 bulan sejak Juli 2019,” kata ekonom Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro di Jakarta, Jumat (19/2).

Prediksi tersebut, kata Satria, didasarkan atas pernyataan kunci Gubernur BI Perry Warjiyo yang menyebutkan bahwa pemotongan suku bunga pada Februari 2021 membuat ruang untuk menurunkannya lebih lanjut menjadi lebih terbatas.

Tak hanya itu, Satria menuturkan Perry juga telah mengisyaratkan bahwa bank sentral lebih cenderung mempertimbangkan alternatif lain termasuk pelonggaran kuantitatif.

“Poin kuncinya di sini adalah pernyataan penutup Gubernur yaitu ‘Dengan pemotongan ini, jelas ruang untuk menurunkannya lebih lanjut akan lebih terbatas’,” ujarnya.

Sementara itu, Satria menyatakan pihak BI harus mengambil sikap yang lebih berhati-hati di masa mendatang karena bank sentral di seluruh dunia lebih cenderung untuk membalikkan siklus pelonggaran mereka.

Ia menjelaskan bank sentral di seluruh dunia lebih cenderung untuk tidak melanjutkan siklus pelonggaran mereka dalam rangka mengantisipasi lonjakan inflasi dan kenaikan imbal hasil global.

“Kami pikir BI harus mengambil sikap yang lebih berhati-hati di masa depan karena bank sentral di seluruh dunia lebih cenderung untuk membalikkan dan bukan melanjutkan siklus pelonggaran mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Seven Days Reverse Repo Rate(BI7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,5 persen.

“Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga dan sebagai langkah lanjutan mendorong momentum pemulihan ekonomi nasional,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Bank sentral juga menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen dan lending facility juga sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen.

Dengan keputusan itu total selama tahun 2020 hingga Februari 2021 BI sudah menurunkan suku bunga acuan sebesar total 150 basis poin./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

PT WILMAR Padi Indonesia

SOROTAN BISNISTODAY

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lifting MIgas
EKONOMI

Lifting Migas Kepri Diatas Target

TANJUNG PINANG, Bisnistoday - Lifting migas Provinsi Kepulauan Riau tahun 2023 tercatat...

EKONOMI

Lima Bendungan Siap Diresmikan Tahun Depan

JAKARTA, Bisnistoday  - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat...

EKONOMI

HCML Dukung Target Pencapaian SKK Migas 

PASURUAN, Bisnistoday – Kontraktor Kontrak Kerja Sama Husky – CNOOC Madura Limited...

EKONOMI

Pemerintah Mesti Awasi Ketat Jika TikTok Shop Kembali Buka

JAKARTA, Bisnistoday - TikTok Shop telah resmi ditutup pemerintah selama sebulan lebih,...