www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 3 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan Surat Terbuka Pelaku Wisata Selam Desak Presiden Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat
Lingkungan

Surat Terbuka Pelaku Wisata Selam Desak Presiden Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat

Foto: Wikipedia
Social Media

Jakarta, Bisnistoday – Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia atau Indonesia Divetourism Company Association (IDCA) melayangkan surat terbuka Presiden  Prabowo yang mendesak aktivitas pertambangan nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya dihentikan. Destinasi selam kelas dunia tersebut terancam rusak akibat ekspansi industri ekstraktif berupa tambang nikel.

Dalam surat tersebut tertanggal 8 Juni 20225 dan ditandatangani Ketua Umum IDCA Ebram Harimurti,  IDCA menyampaikan empat tuntutan utama, yaitu : pencabutan permanen izin tambang di Raja Ampat, perluasan zona perlindungan laut, penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat, dan pelibatan aktif komunitas lokal dalam pengelolaan kawasan.

“Raja Ampat bukan hanya kebanggaan nasional, tapi juga simbol konservasi laut global. Keberadaan industri ekstraktif seperti tambang nikel menjadi sangat kontradiktif di kawasan dengan nilai ekologis setinggi ini,” ujar Ebram Harimurti melalui siaran pers.

IDCA mengingatkan lebih dari 60% daya tarik pariwisata Indonesia berasal dari kekayaan alam. Raja Ampat sendiri tercatat menghasilkan lebih dari Rp150 miliar per tahun dari sektor pariwisata, yang jauh lebih berkelanjutan dibanding industri tambang yang sifatnya jangka pendek dan merusak lingkungan.

Lokasi tambang di Pulau Kawe yang berdekatan dengan ikon wisata Wayag dikhawatirkan akan mencemari kawasan konservasi melalui sedimentasi laut, membahayakan habitat manta ray, terumbu karang, dan reputasi Indonesia sebagai destinasi selam terbaik dunia.

“Kami menyadari bahwa pembangunan nasional memerlukan strategi multisektor, termasuk pengembangan industri nikel sebagai bagian dari hilirisasi dan transisi energi. Namun, kami percaya bahwa tidak semua wilayah cocok untuk ditambang. Justru di sinilah pentingnya hadir pendekatan win-win solution antara sektor pertambangan dan pariwisata.

IDCA juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga warisan laut Indonesia dan menjadikan pembangunan hijau sebagai pilar utama masa depan bangsa.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lingkungan

Dorong Telur Cage-Free di Jawa Barat, AFFA Soroti Kesejahteraan Ayam Petelur

BANDUNG, Bisnistoday - Act for Farmed Animals (AFFA) mendorong pengembangan sistem produksi...

Lingkungan

Dari Abu Bakar ke Pupuk Organik: Transformasi Petani Hutan Binaan JTB di Bandungrejo

BOJONEGORO, Bisnistoday – Di balik kokohnya fasilitas operasi gas Jambaran–Tiung Biru (JTB)...

Lingkungan

Ubah Sampah Jadi Berkah: Warga Bojonegoro Sukses Bayar PBB dan Produksi BBM Pertasol

BOJONEGORO, Bisnistoday – Persoalan sampah seringkali menjadi tantangan pelik di kawasan padat...

Lingkungan

Dari Daun Kelor hingga Solar Panel: Cara JTB Zona 12 Merajut Ekonomi dan Lingkungan di Bojonegoro

BOJONEGORO, Bisnistoday- PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 melalui proyek Jambaran...