www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Mei 2026
Home EKONOMI Surplus Neraca Perdagangan Capai USD 50,59 Miliar 
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Surplus Neraca Perdagangan Capai USD 50,59 Miliar 

NERACA PERDAGANGAN : Neraca perdagangan periode Januari−November 2022 membukukan surplus USD 50,59 miliar.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kinerja perdagangan memberikan kabar positif. Neraca perdagangan periode Januari−November 2022 membukukan surplus USD 50,59 miliar. Surplus perdagangan Januari−November 2022 ini ditopang oleh surplus nonmigas sebesar USD 73,24 miliar serta defisit migas sebesar USD 22,65 miliar. 

“Surplus perdagangan periode Januari−November 2022 mampu menembus angka USD 50,59 miliar. Angka tersebut telah melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat tahun 2006 dengan nilai surplus mencapai USD 39,73 miliar.” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

“Kondisi ini memberikan optimisme bagi Indonesia dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2022 di tengah perlambatan ekonomi global serta sebagai modal dasar dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi global tahun 2023,” tambah Zulkifli Hasan. 

Pada November 2022, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar USD 5,16 miliar. Nilai ini terdiri atas surplus perdagangan nonmigas USD 6,83 miliar dan defisit perdagangan migas USD 1,67 miliar. Surplus ini masih melanjutkan tren surplus bulanan ke-31 secara beruntun sejak Mei 2020. 

Surplus perdagangan Indonesia pada November 2022 disumbang surplus terhadap beberapa negara mitra dagang. Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai surplus sebesar USD 1,14 miliar, diikuti India (USD 1,04 miliar), dan Filipina (USD 1,02 miliar). 

Ekspor Menurun

Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, jika menilik ekspor, nilai total ekspor Indonesia pada November 2022 mencapai USD 24,12 miliar. Nilai tersebut turun 2,46 persen dibanding Oktober 2022 (MoM), namun tetap naik 5,58 persen dibanding November 2021 (YoY).

Penurunan nilai tersebut disebabkan oleh melemahnya ekspor migas sebesar 11,85 persen (MoM) dan nonmigas sebesar 1,94 persen (MoM). Penurunan ekspor nonmigas Indonesia di bulan November 2022 terjadi baik dari sisi nilai maupun volume. Pada bulan November ini, volume ekspor nonmigas mengalami penurunan sebesar 6,09 persen (MoM) menjadi 55,38 juta ton dari 58,98 juta ton pada Oktober 2022. 

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan, pelemahan ekspor bulan November 2022 juga dialami beberapa negara mitra dagang Indonesia, diantaranya Taiwan yang turun sebesar 9,52 persen (MoM), Vietnam turun 3,92 persen, Korea Selatan turun 1,09 persen, dan Tiongkok turun 0,67 persen. 

Produk-produk yang memicu penurunan ekspor nonmigas bulan November 2022 (MoM), antara lain berbagai produk kimia (HS 38) yang turun sebesar 19,03 persen; lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) turun 16,62 persen; ampas/sisa industri makanan (HS 23) turun 14,72 persen; kendaraan dan bagiannya (HS 87) turun 13,08 persen; serta plastik dan barang plastik (HS 39) turun 8,79 persen./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

kerajinan
Ekonomi & Bisnis

Diversifikasi Produk Ungkit Daya Saing IKM Kerajian Nasional

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka...

Harga Emas
Ekonomi & Bisnis

Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi Emas Naik pada Awal Mei 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga...

Robot (Ilustrasi/unsplash/alex knight
EKONOMIOtomotif & Tekno

Konvergensi Teknologi Kunci Kemajuan di Masa Depan

JAKARTA, Bisnistoday – Di masa depan, kemampuan bersaing suatu negara atau perusahaan...

Kilang Minyak (Ilustrasi/Umsplash/maksym kaharlytsky)
EKONOMIEnergiGLOBALKawasan Global

UEA Keluar dari OPEC, Apa Dampaknya pada Harga Minyak?

JAKARTA, Bisnistoday - Konflik di Timur Tengah telah berdampak pada organisasi negara-negara...