JAKARTA, Bisnistoday – Pertunjukan atau pementasan wayang orang hampir tidak pernah terdengar atau jarang sekali terjadi. Hal ini menjadi keprihatinan bersama karena kesenian tradisi ini harus tetap lestari di tengah pesatnya budaya global.
Berkaitan dengan itu, pada Jumat (2/2/2024) malam seorang dalang atau sutradara remaja bernama Mikail Edwin Rizki sukses menggelar pementasan wayang orang yang dikemas dalam konsep drama musikal bertajuk Ramayana The Musical di Gedung Kesenian Jakarta. Pementasan perdana itu dia namai BroadWayang.
Pementasan wayang orang ini memadukan konsep tradisional dengan modern yakni broadway atau musikal. Konsep ini sengaja dikemas secara modern agar lebih menarik perhatian anak-anak muda terhadap tradisi namun dalam kemasan modern.
Sang sutradara, Mikail Edwin Rizki yang diketahui baru berusia 16 tahun juga bertindak sebagai pemeran. Selain Mikail, Ramayana The Musical yang menghadirkan lakon Kesaksian Sang Brahmacari juga menampilkan penari sekaligus pementas wayang orang seperti Irwan Adhy Rusmantyo, Ari Raditya Widinugroho, dan Asti Oktavia Andayani. Ketiganya merupakan seniman wayang orang yang sudah tak asing namanya.
“BroadWayang adalah tajuk pertunjukan wayang orang yang dikemas dengan musical theatre standar pertunjukan Broadway. Tujuannya agar kami bisa mengenalkan wayang ke anak-anak muda. Meski mengusung konsep drama musikal tapi pakem-pakem dalam pewayangan tetap ada,” kata Mikail di Jakarta.
Pementasan BroadWayang Ramayana The Musical menghadirkan 100 penari terlatih dari kelompok wayang orang Bharata, Swargaloka dan sanggar seni lainnya. Pentas ini menyajikan kisah Ramayana dengan lakon Kesaksian Sang Brahmacari.
“Karya ini mencoba menjadi bagian dari usaha pengembangan wayang. Sehingga harapannya membuat peran pentingnya disadari oleh lapisan masyarakat terutama generasi z dan milenial,” ujarnya.
Mikail mengaku sudah menggemari dunia wayang sejak kecil. Melalui pertunjukan semacam ini, dia ingin menunjukkan jika masih banyak anak muda yang peduli dengan seni tradisional asal Indonesia.
“Dengan generasi muda yang terus mendapat ruang ekspresi yang positif, kita bisa menyiapkan langkah edukasi sosial dan kultural yang menghadirkan manusia-manusia baru yang berkepribadian, beradab dan berbudaya,” tandasnya.



