www.bisnistoday.co.id
Jumat , 17 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Tiga Wamen Wanita Kupas Peran Perempuan dalam Ketahanan Bencana
Nasional

Tiga Wamen Wanita Kupas Peran Perempuan dalam Ketahanan Bencana

Veronica Tan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ditengah tingginya potensi bencana seperti perubahan iklim, ring of fire gunung api, Indonesia butuh program untuk pemberdayan dan mitigasi bencana. Ketika terjadi bencana, peran perempuan sangat penting dalam penaganan darurat serta mitigasi jangka panjang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka saat Dialog Nasional dan Lokakarya, bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kemandirian, dan Resiliensi Nasional dalam Memperkuat Kepemimpinan Nasional yang Strategis dan Inklusif” di Jakarta, Rabu (8/4).

Veronica Tan, Wamen PPA mengatakan, disaat terjadi bencana berbagai bantuan dari pusat tiba,  seperti dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemendagri, Satgas dan lainnya belum dikelola secara inklusif. “Masyarakat sebenarnya punya ketahanan, hanya tinggal diberi stimulus maka akan berjalan efektif,” urai Veronica.

Seperti fungsi Kepala Desa saat bencana, menurut Veronica Tan memiliki peran penting, karena mengoneksikan bantuan pusat ke area dituju. Apabila pengelolaannya belum secara inklusif maka bantuan bisa terhalang atau kurang smooth. Tentu, tegas Verocina, fungsi penanganan bencana akan berjalan efektif apabila kepala daerah memiliki perspektif dari sisi pandang ibu dan anak.

Irene Umar berkomentar mengenai bagaimana mengembangkan kreatifitas bagi kaum perempuan khususya bagi ibu rumah tangga. Menurutnya, kreatifitas bisa terbangun dimana mana, termasuk dalam kaum ibu rumah tangga. “Dalam era digital ini, kaum ibu bisa menghasilkan atau produktif walau di rumah.”

Sementara, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memandang program pemerintah terhadap pemerintah sangat peting. Pembangunan keluarga merupakan inti sasaran program sehingga sasarannya komplek. Apabila ingin meningkatkan kualitas SDM, maka program keluarga harus ditangani serius.

“Siklus kehidupan ini yang menjadi sasaran, sejak 1000 kelahiran hingga tumbuh dewasa, bekerja produktif, masa pernikahan hingga masa tua atau pension, menjadi satu kesatuan. Termasuk bagaimana keterlibatan ayah dalam keluarga,” urainya. /

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Nasional

Kemenhub bersama Instansi Terkait Lakukan Evakuasi Helikopter yang Jatuh di Sanggau, Kalbar

JAKARTA, Bisnistoday- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementeeian Perhubungan bersama AirNav Indonesia dan...

Mendikdasmen
Nasional

Kemendikdasmen Perbaiki 1.390 dan Bangun 3 Unit Sekolah di Jawa Timur

SURABAYA, Bisnistoday – Kemendikdasmen mengalokasikan Rp917 miliar lebih untuk 1.390 sekolah diperbaiki...

Kementerian ATR/BPN
Nasional

Perjuangan Panjang Mbah Tupon Merengkuh Sertipikat Tanahnya Kembali

YOGYAKARTA, Bisnistoday- Setelah melalui proses hukum yang panjang, sertipikat tanah milik Tupon...

Tol Cipularang
Nasional

Jasa Marga Lanjutkan Pekerjaan Pemeliharan Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi

BANDUNG, Bisnistoday – PT Jasa Marga Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional...