JAKARTA (Bisnistoday.id )– Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan, transaksi niaga elektronik berhasil mendorong pengembangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia memperkirakan pada 2025 mendatang, transaksi barang-barang elektronik akan mencapai USD 82 miliar atau sebesar Rp1.230 triliun.
Menurut Mendag, proyeksi ini harus menjadi perhatian khusus para pelaku usaha agar memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengembangkan dan memajukan bisnis dan usahanya.
Menurut Mendag Zulkifli Hasan di acara DCI Indonesia – E1 Open Days di Jakarta, Kamis, (21/3) kemarin, teknologi digital akan menjadi salah satu sumber utama pembangunan ekonomi Indonesia sekarang dan di masa mendatang.
“Kehadiran teknologi digital menjadi pendorong bagi pelaku usaha. Pelaku usaha harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Ini penting sekali,”tegs Zulkifli Hasan. Mendag Zulkifli Hasan menuturkan dalam lima tahun terakhir ekonomi digital menunjukkan potensi yang besar bagi perekonomian nasional.
Pada 2024 nilai transaksi bruto ekonomi Indonesia mencapai USD 82 miliar atau sekitar Rp1.292 triliun dan akan menjadi USD 110 miliar pada 2025. Selain itu, nilai ekonomi layanan pembayaran digital pada 2023 mencapai USD 313 miliar atau tumbuh 10 persen dibanding 2022.
Angka-angka tersebut diproyeksi terus tumbuh sebesar 15 persen hingga mencapai angka USD 417 miliar pada 2025. Disini kata Mendag sektor niaga elektronik masih menjadi penyumbang terbesar terhadap nilai ekonomi digital Indonesia .
“Nilai transaksi di sektor elektronika diproyeksi tumbuh 15 persen dari USD 62 miliar pada 2023 ke USD 82 miliar pada 2025 mendatang,” kata Mendag Zulkifli Hasan.
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan data berperan kunci, antara lain, dalam hal pengambilan keputusan berbasis data, inovasi produk dan layanan, efisiensi operasional, dan kebijakan yang komprehensif. Sementara itu, pemerintah juga dituntut memberikan pelayanan publik dengan turut memanfaatkan perkembangan teknologi.
Dijelaskan, pelayanan pemerintah secara elektronik akan berkontribusi terhadap efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, kemudahan akses bagi masyarakat, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas.
“Kementerian Perdagangan terus mendorong transformasi digital di sektor perdagangan, termasuk dalam hal pengembangan pemerintahan berbasis teknologi informasi. Layanan publik di Kemendag juga telah memanfaatkan teknologi informasi tersebut,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.
Saat ini kata Mendag, sejumlah layanan publik yang dijalankan dengan memanfaatkan teknologi informasi, antara lain, sistem perizinan yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS), Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), sistem layanan pengaduan konsumen, sistem pemantauan dan pengawasan siber e-commerce, serta etalase produk UMKM.
Berdasarkan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 2023, layanan digital Kemendag berhasil meraih predikat sangat baik dengan memperoleh indeks 4,16. SPBE menilai aspek tata kelola, arsitektur, standar, dan keamanan yang berkelanjutan dari layanan digital pada kementerian dan lembaga.
Mendag Zulkifli Hasan enyampaikan, selain persoalan data, kolaborasi juga menjadi kunci untuk untuk membangun ekonomi Indonesia. Kolaborasi disini mencakup kolaborasi dalam mengembangkan dan memanfaatkan ekosistem data serta perdagangan digital.
Seperti diketahui, hadir saat menghadiri DCI Indonesia – E1 Open Days, selain Mendag Zulkifli Hasan hadir Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Presiden Direktur PT DCI Indonesia Toto Sugiri, dan Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno, serta Plt. Sekjen Kemendag Suhanto. ***




